Berita

Hipmi Bisa Luruskan Tuduhan Pemerintah Bohong

SENIN, 24 JANUARI 2011 | 22:30 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Menteri koperasi dan UKM Syarief Hasan, menutup secara resmi  acara Sidang Dewan Pleno (SDP) II dan Musyawarah Nasional Khusus (Munassus) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) yang digelar di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kalimantan (Sabtu, 22/1).
         
Dalam pidatonya, Syarief mengapresiasi langkah Hipmi. Bukan hanya dalam ikut serta membangun ekonomi bangsa, Hipmi juga telah mempertontonkan demokrasi yang santun dan sesuai dengan salurannya. Kata dia, dalam demokrasi semua boleh berbeda, namun ketika perbedaan itu menjadi satu kesepakatan, semuanya harus menghormati bukan malah merongrong.
     
"Saya lihat sendiri betapa dinamisnya Hipmi dalam membahasa pasal per pasal di AD/ART, tapi setelah di sepakati semuanya menghormatinya," katanya.


Lanjut dia, potensi Hipmi cukup luar biasa, karena ke depan Hipmi merupakan cikal bakal pemimpin bangsa. Kata dia, kalau di hitung-hitung dari jumlah 400 pengusaha yang hadir dalam acara ini dengan aset 50 miliar, berarti ada potensi Rp 20 triliun.

Apa yang dilakukan Hipmi saat ini, sebelumnya dan ke depan memberikan tanda positif. Hipmi, juga bisa jadi Jubir bahwa pemerintah tidak berbohong.

"Kalau kekurangan mari kita perbaiki bersama-sama," katanya.
       
Sementara, Ketua Pelaksana Munasus Raja Okto Saptahari, menyatakan, Munasus merupakan wadah pemantapan tata tertib serta anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Hipmi menuju pemilihan ketua umum yang baru pada musyawarah nasional Hipmi yang akan digelar Mei mendatang di Makassar.
       
"Munas nanti lebih konsen kepada pemilihan dan penggalangan dukungan ketua," kata Okto yang nota bene merupakan anak dari pengusaha Oesman Sapta.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya