Berita

Mas Achmad Santosa/IST

KASUS GAYUS

Polri Harus Usut Chevron, Meski Pengacaranya Istri Anggota Satgas PMH

SENIN, 24 JANUARI 2011 | 16:51 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Tuntutan agar Polri mengusut semua perusahaan yang pernah ditangani Gayus Tambunan, saat menjadi pegawai Direktorat Jenderal Pajak, menggema dalam rapat kerja Komisi III DPR dengan Kapolri Jenderal Timur Pradopo.

Karena seperti dikatakan Bambang Soesatyo, Gayus Tambunan juga menangani kasus keberatan pajak perusahaan-perusahaan multinasional, baik dari Amerika Serikat, Jepang dan lain sebagainya.

Salah satu perusahaan multinasional ini, Bamsoet mencontohkan, adalah perusahaan Chevron. Kata politisi Golkar ini, Kapolri tidak perlu takut untuk mengusut kasus pajak perusahaan itu, meski pengacaranya adalah istri salah satu anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum.


"Kapolri jangan takut untuk mengusutnya. Meski pengacaranya salah satu istri anggota Satgas, yaitu Ota (Mas Ahmad Santosa). Saya tahu itu," tegas Bamsoet di gedung DPR, Jakarta (Senin, 24/1).

Bamsoet bukan kali ini saja mengungkapkan hal tersebut. Sebelumnya, saat dimintai tanggapan atas tudingan Bamsoet, Ota tak mau menanggapi.

"Kalau kita menanggapi hal-hal seperti itu, kita tidak akan pernah bekerja. Itu yang dikehendaki para mafia hukum. Saya tidak perlu memberikan pendapat," jawab Ota singkat melalui layanan pesan singkat kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 14/1). [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya