Berita

KRITIK PEMERINTAH

Jangan Direduksi Seolah-olah Din Syamsuddin Bermain Sendiri!

SABTU, 22 JANUARI 2011 | 21:26 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kritik yang dilancarkan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin bersama dengan tokoh lintas agama lainnya kepada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dinilai sesuai dengan misi Muhammadiyah.

"Ya saya lihat, apa yang dilakukan Pak Din itu kan merupakan sebuah langkah kolektif dan dengan semangat kerja sama dengan tokoh agama yang lain. Saya rasa itu, sesuai dengan misi Muhammadiyah yang dalam memperjuangkan sesuatu itu harus menjalin kerjsa sama dengan semua pihak," ujar tokoh Muhammadiyah, Hajrianto Y Thohari kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Sabtu, 22/1).

Din Syamsuddin bisa saja dinilai memiliki kepentingan prbadi saat mengkritik pemerintah bila melakukan itu secara sendirian. Tapi faktanya, Din mengkritik pemerintah bersama dengan tokoh agama lainnya.


"Bisa saja dinilai seperi itu. Tapi ini kerja sama dengan tokoh yang lain di samping dengan ormas yang lain. Ada PGI, KWI, lalu ada Maarif Institute, ICRP, Gus Solahuddin Wahid. Untuk itu menurut hemat saya jangan melakukan reduksi, seakan-akan itu merupakan gerakan dari Pak Din pribadi," tandas Wakil Ketua MPR ini. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya