Berita

Afshin Ghotbi

Olahraga

Ghotbi Perang Batin

IRAN vs KOREA SELATAN
SABTU, 22 JANUARI 2011 | 03:04 WIB

RMOL.Bertemu Korea Selatan selalu menjadi sebuah reuni bagi pelatih Iran Afshin Ghotbi. Namun dia harus melupakan dahulu reuninya dan fokus mengantar timnya melaju ke babak berikut.

Nama Ghotbi di Korsel sudah ti­dak asing lagi. Dia pernah lima tahun menggali ilmu di sana, dari 2000 sampai 2007. Kenangan ter­baik Ghotbi adalah saat men­jadi asisten pelatih Korsel di Pia­la Dunia 2006 Jerman. Korsel yang saat itu dipimpin pelatih asal Belanda Dick Ad­vo­caat meraih kemenangan per­ta­ma di luar Asia kala me­na­kluk­kan To­go di fase grup. Sayang, se­telah itu Korsel tak bisa menang dan harus tersingkir lebih awal.

Kini, Ghotbi kembali ber­ha­da­pan dengan tim yang pernah di­besutnya. Meski punya ke­nang­an manis, peraih manajer terbaik du­nia 2008 versi Iran tersebut ber­upaya mengesampingkan hal itu untuk membawa Iran kembali juara setelah 35 tahun puasa ge­lar AFC.

“Banyak pelatih yang ber­ha­da­pan dengan tim negara ke­la­hi­rannya, sementara banyak juga pelatih yang berhadapan dengan tim dimana mereka pernah be­ker­ja di sana, seperti saya ini. Na­mun, perasaan saya menga­ta­kan Iran harus menang dan juara sia­pa­ pun lawannya, karena itulah pe­kerjaan saya sebagai pelatih Iran,” cetus Ghotbi.

Ghotbi nampaknya sudah meng­antisipasi pertemuan ini, dengan mengistirahatkan pe­main pilar saat melakoni laga tan­pa arti kala menang dari UAE di grup D. Pasalnya pasukan Ghot­bi sudah menang di dua per­tandingan sebelumnya dan sudah memastikan tiket perempat final.

Di­sam­ping skuad yang fit, Team Melli pastinya sedang pede tinggi karena menjadi juara fase grup dengan meraih hasil sempurna .

Namun Korsel, yang lolos ha­nya sebagai runner up grup C, tak gentar dengan pedenya skuad para Pangeran Persia. Apalagi ini bukan pertemuan pertama me­re­ka, jadi tak ada rahasia antara ke­dua tim.

Rivalitas dua tim paling ber­pe­­ngalaman di kejuaraan sepak­bo­la terbesar Asia ini me­mang se­ring terjadi. Di pe­rempat final AFC, pertemuan ke­dua kubu me­rupakan pertemuan ke­lima. Em­pat pertemuan se­be­lum­nya ber­akhir dengan dua ke­me­nang­an bagi masing-masing ku­bu. Keduanya juga sudah pua­sa gelar lebih dari 30 tahun. Jelas laga bakal berlangsung panas.

Sementara pada saat yang sama Australia akan bertarung me­lawan juara bertahan Irak. Sa­yangnya Aus­tra­lia tidak  di­per­kuat Brett Emerton karena terkena aku­mulasi kartu. [RM]


Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya