Afshin Ghotbi
Afshin Ghotbi
RMOL.Bertemu Korea Selatan selalu menjadi sebuah reuni bagi pelatih Iran Afshin Ghotbi. Namun dia harus melupakan dahulu reuninya dan fokus mengantar timnya melaju ke babak berikut.
Nama Ghotbi di Korsel sudah tiÂdak asing lagi. Dia pernah lima tahun menggali ilmu di sana, dari 2000 sampai 2007. Kenangan terÂbaik Ghotbi adalah saat menÂjadi asisten pelatih Korsel di PiaÂla Dunia 2006 Jerman. Korsel yang saat itu dipimpin pelatih asal Belanda Dick AdÂvoÂcaat meraih kemenangan perÂtaÂma di luar Asia kala meÂnaÂklukÂkan ToÂgo di fase grup. Sayang, seÂtelah itu Korsel tak bisa menang dan harus tersingkir lebih awal.
Kini, Ghotbi kembali berÂhaÂdaÂpan dengan tim yang pernah diÂbesutnya. Meski punya keÂnangÂan manis, peraih manajer terbaik duÂnia 2008 versi Iran tersebut berÂupaya mengesampingkan hal itu untuk membawa Iran kembali juara setelah 35 tahun puasa geÂlar AFC.
“Banyak pelatih yang berÂhaÂdaÂpan dengan tim negara keÂlaÂhiÂrannya, sementara banyak juga pelatih yang berhadapan dengan tim dimana mereka pernah beÂkerÂja di sana, seperti saya ini. NaÂmun, perasaan saya mengaÂtaÂkan Iran harus menang dan juara siaÂpa pun lawannya, karena itulah peÂkerjaan saya sebagai pelatih Iran,†cetus Ghotbi.
Ghotbi nampaknya sudah mengÂantisipasi pertemuan ini, dengan mengistirahatkan peÂmain pilar saat melakoni laga tanÂpa arti kala menang dari UAE di grup D. Pasalnya pasukan GhotÂbi sudah menang di dua perÂtandingan sebelumnya dan sudah memastikan tiket perempat final.
DiÂsamÂping skuad yang fit, Team Melli pastinya sedang pede tinggi karena menjadi juara fase grup dengan meraih hasil sempurna .
Namun Korsel, yang lolos haÂnya sebagai runner up grup C, tak gentar dengan pedenya skuad para Pangeran Persia. Apalagi ini bukan pertemuan pertama meÂreÂka, jadi tak ada rahasia antara keÂdua tim.
Rivalitas dua tim paling berÂpeÂÂngalaman di kejuaraan sepakÂboÂla terbesar Asia ini meÂmang seÂring terjadi. Di peÂrempat final AFC, pertemuan keÂdua kubu meÂrupakan pertemuan keÂlima. EmÂpat pertemuan seÂbeÂlumÂnya berÂakhir dengan dua keÂmeÂnangÂan bagi masing-masing kuÂbu. Keduanya juga sudah puaÂsa gelar lebih dari 30 tahun. Jelas laga bakal berlangsung panas.
Sementara pada saat yang sama Australia akan bertarung meÂlawan juara bertahan Irak. SaÂyangnya AusÂtraÂlia tidak diÂperÂkuat Brett Emerton karena terkena akuÂmulasi kartu. [RM]
Populer
Senin, 23 Maret 2026 | 01:38
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07
Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26
Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15
UPDATE
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Rabu, 01 April 2026 | 18:04
Rabu, 01 April 2026 | 18:03
Rabu, 01 April 2026 | 17:40
Rabu, 01 April 2026 | 17:24
Rabu, 01 April 2026 | 17:03
Rabu, 01 April 2026 | 17:00
Rabu, 01 April 2026 | 16:51
Rabu, 01 April 2026 | 16:51
Rabu, 01 April 2026 | 16:44