Berita

Fuad Rahmany/IST

DIRJEN PAJAK BARU

Diingatkan, Fuad Rahmany Jangan Hanya Bekerja untuk Atasan

JUMAT, 21 JANUARI 2011 | 23:15 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Cara terbaik untuk mengantarkan Indonesia ke arah yang lebih baik adalah dengan melakukan reformasi birokrasi.

Karena itu, pemerintah perlu memperbaiki kinerja birokrasi, memperbaiki kapastian hukum, serta melaksanakan demokratisasi ekonomi agar partisipasi masyarakat semakin hari semakin meningkat.

"Kepastian hukum ini hanya dengan pemberantasan korupsi demi meningkatkan Indeks Persepsi Korupsi, tapi juga reformasi birokrasi," kata Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan, kepada wartawan hari ini di Jakarta (Jumat, 21/1).


Lebih lanjut Syahganda menjelaskan, mengacu pada pemikiran Ted Gaebler pada bukunya Reinventing the Government (1992), reformasi birokrasi di Indonesia seharusnya mampu mengikuti dinamika perubahan masyarakat, yang sangat cepat di era keterbukaan informasi ini.

"Reformasi birokrasi bertujuan membentuk tatakelola pemerintahan yang adaptif, terbuka, fleksibel dan cepat bertindak," kata mantan aktivis Institut Teknologi Bandung ini.

Itu pula sebabnya, Syahganda berharap, dilantiknya Fuad Rahmany sebagai Direktur Jenderal Pajak yang baru bisa menjadi awal dari reformasi awal pemerintahan. "Tim Ekonomi SBY memang harus mampu menghadapi segala bentuk krisis yang mungkin terjadi. Sebagai pejabat Dirjen Pajak yang baru, Fuad Rahmany diharapkan bisa menunjukkan performa terbaiknya," imbuh dia.

Diungkapkan Syahganda, tekad Fuad Rahmany yang ingin menggenjot pendapatan negara dari sumber pajak patut diapresiasi. Namun, dia juga mengingatkan agar Fuad, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bapepam-LK ini tidak bekerja hanya untuk memuaskan pejabat di atasnya.

"Dirjen Pajak harus mampu mereformasi Ditjen Pajak, yang selama ini dianggap kotor oleh kasus Gayus Tambunan. Memang tidak mudah, tetapi itu harus dijawab dengan kinerja yang lebih baik," tambahnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya