Berita

Ruhut Sitompul/ist

Ruhut Yakin Golkar Keok 2014 karena Percaya Omongan Gayus

JUMAT, 21 JANUARI 2011 | 13:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. ​Partai Golkar diyakini akan kandas pada pemilihan umum 2014 mendatang. Pasalnya, Golkar termasuk partai yang percaya pada apa yang disampaikan Gayus Tambunan pada Rabu kemarin, usai pembacaan vonis terhadap dirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Siapa pun yang percaya Gayus, apalagi partai politik, tanda-tandanya partai itu tidak akan menang Pemilu 2014," kata Jurubicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 21/1).

Ruhut mengatakan hal tersebut, karena Gayus sudah divonis bersalah, dan saat ini berstatus sebagai terpidana. Gayus juga sudah merusak citra hukum Indonesia. "Kok dia (Gayus) bicara, partai itu percaya. Partai itu lagi digombali sama Gayus. Artinya, Gayus lebih pintar dari petinggi-petinggi partai itu," tuding Ruhut.


Ruhut menambahkan, tentang perusahaan Group Bakrie yang menyuap Gayus Tambunan, hal itu katakan sendiri oleh Gayus dalam persidangan. Dan pernyataana Gayus dijadikan pertimbangan oleh Mmajelis Hakim dalam menjatuhkan vonis kepada mantan pegawai Ditjen Pajak. "Dia kok yang menyebut-nyebut nama Bakrie. Kok keluar, dia ralat dan dipercaya," tambah Ruhut.

Lalu apa kaitannya dengan Pemilu 2014?

"Bayangkan semua rakyat sudah muak dengan yang namanya Gayus Tambunan dan semua rakyat mendukung dan mengelu-elukan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, mereka ngotot minta dibubarkan. Artinya rakyat cerdas," jawabnya.

Dia meyakini, Partai Golkar akan kalah pada Pemilu 2014 karena akan dicap sebagai pembela Gayus Tambunan. "Sedangkan koruptor itu musuh masyarakat. Kalau mau bela Gayus, hukumannya aja sudah 7 tahun. Ibu Mega minta lebih berat. Bahkan Bang Taufieq Kiemas sudah bilang, 'Saya heran kok orang percaya omongan Gayus'," tandas Ruhut. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya