Berita

bara hasibuan/ist

Bara Hasibuan Kecam Partai yang Manfaatkan Omongan Gayus Tambunan

JUMAT, 21 JANUARI 2011 | 13:38 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pengakuan Gayus Tambunan usai pembacaan vonis terhadap dirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Rabu lalu ternyata dimanfaatkan kelompok-kelompok politik yang selama ini memang menunggu melakukan serangan terhadap upaya pemberantasan korupsi dan mafia hukum.

Sedangkan Gayus Tambunan, sebagai pihak yang telah dijatuhi hukuman yang telah secara telanjang melecehkan hukum, seakan-akan menjadi pahlawan.

Menurut Ketua DPP PAN Bara Hasibuan, pihak-pihak yang memanfaatkan sensasi Gayus setelah dijatuhi vonis membahayakan upaya penegakan hukum dan perang melawan mafia hukum.


"Kita sudah menyaksikan secara telanjang berbagai pelecehan yang dilakukan Gayus Tambunan. Meninggalkan penjara dengan menyuap petugas, membuat identitas diri palsu dan telah melarikan diri ke luar negeri adalah fakta yang kita lihat. Ditambah lagi dengan kesaksiannya yang tidak konsisten di pengadilan. Dengan kenyataan-kenyataan tersebut lalu Gayus dipercaya begitu saja?" kata Bara dalam keterangan pers kepada Rakyat Merdeka Online siang ini (Jumat, 21/1).

"Menyedihkan sekali beberapa pihak memanfaatkan pernyataan Gayus untuk menyerang balik Satgas demi kepentingan politik jangka pendek," ungkapnya melanjutkan.

Beberapa pihak memang menilai, apa yang disampaikan Gayus Tambunan ada sebuah kebenaran. Salah satunya adalah politisi Partai Golkar, Bambang Soesatyo. Kemarin dia mengatakan, "Kami lebih percaya Gayus dibanding Denny. Gayus lebih tulus, tidak ada muatan politik dan politik cari muka." [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya