Berita

Pembangunan Gedung DPR Sudah Direncanakan

SELASA, 18 JANUARI 2011 | 19:15 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Sekretariat Jenderal DPR RI meluruskan pemberitaan yang simpang siur terkait dengan pembangunan gedung baru DPR RI.

Dalam keterangan persnya, Selasa (18/1), Sekjen DPR RI, Nining Indra Saleh, menyatakan, secara kronologi proses kebutuhan gedung kantor untuk anggota Dewan yang representatif sudah terindikasi dengan kondisi eksisting dari tiap ruang kerja anggota DPR RI di Gedung Nusantara I yang  menempati ruang seluas 32 m2, diisi 1 anggota, 1 sekretaris, dan 1 staf ahli. Kondisi ini dianggap tidak optimal untuk menunjang kinerja dewan.

Dimulai pada 2008, Setjen DPR RI melakukan pelelangan untuk pengadaan Konsultan Review Masterplan, AMDAL, dan Audit Struktur Gedung Nusantara, yang menghasilkan Blok Plan Kawasan DPR/MPR RI (Oktober 2008). Sebagai pemenang proses lelang tersebut adalah PT Virama Karya dengan biaya sebesar Rp 4.152.896.000.


Kemudian, Setjen DPR juga melakukan pelelangan untuk pekerjaan konsultan perencana dan Manajemen Konstruksi. Untuk konsultan perencana dimenangkan oleh PT Yodya Karya dengan nilai sebesar Rp 4.478.894.000 dengan lingkup kerja membuat konsep dan perencanaan struktur pondasi gedung baru 27 lantai.  Sedangkan, untuk Manajemen Konstruksi dimenangkan oleh PT Ciria Jasa dengan nilai sebesar Rp 360.000.000 dengan lingkup kerja melakukan review design gedung baru 27 lantai.

Kemudian, pada 2009, Setjen DPR melanjutkan pekerjaan Konsultan Perencana dengan nilai sebesar Rp 1.829.542.000 dan Konsultan Manajemen Konstruksi dengan nilai sebesar Rp 14.300.000 untuk gedung baru 27 lantai sebagai proses lanjutan.

Proses penunjukan Konsultan Perencana (PT Yodya Karya) dan Konsultan Manajemen Konstruksi (PT Ciria Jasa) tersebut atas dasar pendapat teknis pekerjaan lanjutan dari Departemen Pekerjaan Umum. Seluruh pekerjaan telah selesai dilaksanakan sesuai dengan kontrak.

Terakhir pada 2010. Sehubungan dengan adanya rencana penambahan kebutuhan luas ruang kerja Anggota DPR yang disetarakan dengan standar ruang kerja Pejabat Eselon I serta adanya proyeksi penambahan tenaga ahli yang semula 1 orang menjadi 5 orang untuk setiap anggota DPR sesuai dengan Renstra DPR 2010-2014, maka Perhitungan luas total bangunan yang semula seluas kurang lebih 120.000 m2 (27 lantai) menjadi kurang lebih 161.000 m2 (36 lantai).

Perhitungan ini tidak bertentangan dengan Master Plan yang telah disusun oleh PT Virama Karya, Koefisien Dasar Bangunan dan Koefisien Luas Bangunan masih memenuhi peraturan DKI.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya