Berita

Abdul Muthi Luruskan Djoko Suyanto

SENIN, 17 JANUARI 2011 | 19:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Wakil Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Muthi meluruskan pernyataan Menko Polhukam, Djoko Suyanto.

Djoko mengatakan, pertemuan tokoh agama dengan SBY malam ini merupakan murni permintaan Din Syamsuddin beserta tokoh lintas agama, tidak ada hubungannya dengan pertemuan di Muhammadiyah, pekan lalu.

Muthi mengakui bahwa Din Syamsuddin merasa perlu para tokoh agama menggelar pertemuan dengan SBY. "Pak Din selaku Presidium Inter Religious Council Indonesia, sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah, dan sebagai warga negara, menyampaikan, kalau misalnya Presiden ingin mengundang para tokoh agama, beliau bersedia," kata Muthi kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 17/1).


Namun, Muthi mengingatkan, inisiatif untuk bertemu Presiden SBY itu adalah setelah pertemuan dengan tokoh agama di PP Muhammadiyah, Senin pekan lalu, yang membeberkan soal dugaan kebohongan pemerintah. Karena setelah pertemua itu, isu soal kebohongan ini menjadi liar dan kemana-mana.

"Setelah pertemuan di Menteng itu, isunya menjadi seperti bola liar, seolah-olah pertemuan itu direkaysa Pak Din untuk memakzulkan Presiden. Padahal sebenarnya tidak ada agenda dari Pak Din sebagai pribadi, maupun pimpinan Muhammadiyah untuk melakukan upaya politik untuk menjatuhkan Presiden. Sama sekali tidak ada. Tapi ini kan berkembang kemana-mana, bahkan menghadapkan Pak Din dan tokoh agama dengan Presiden SBY," lanjutnya.

"Agar tidak liar kemana-mana, Pak Din beriktikad bertemu dengan Presiden, supaya situasi perpolitikan ini menjadi baik. Ini justru poin buat Pak Din. Kalau pemerintah itu terbuka dan menyikapinya dengan hati jernih, seharusnya (isu) ini tidak kemana-mana. Tapi ini kan tidak," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya