Berita

Ahmad Mubarok/ist

Prof Mubarok: Menyedihkan, Tokoh Agama Pakai Bahasa LSM

MINGGU, 16 JANUARI 2011 | 21:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Ahmad Mubarok, tidak mau ambil pusing dengan data 18 kebohongan pemerintah yang dibeberkan oleh para tokoh lintas agama.

"Biasa saja, mau 18, 30, 50 biasa-biasa saja," kata  Ahmad Mubarok dalam talkshow di TVOne petang tadi (Minggu,  16/1).

Tetapi, yang menyedihkan, kata Gurubesar Ilmu Psikologi Islam di UIN Jakarta ini, hal itu dikeluarkan oleh para tokoh lintas agama. Dia menuding, gaya bahasa para tokoh agama itu adalah gaya bahasa LSM dan politisi.


"Lihat saja bahasanya, kalau politik disasarkan langsung. Kalau agama, penuh dengan instropeksi, bangsa kita, kita semua. Itu contohnya. Bahasa dari tokoh agama itu menggunakan LSM dan politik , itu merendahkan tokoh agama," tegas Mubarok.

Mubarok juga menegaskan, bahwa dalam melawan kebohongan harus dengan cara kejujuran, bukan dengan kebohongan. Dia mengambil contoh soal kematian aktivis HAM Munir dan dibandingkan dengan pembunuhan mantan Presiden Amerika Serikat, Jhon F Kennedy.

"Misalnya kasus Munir. Itu adalah sebuah kegagalan dan kegagalan bidang seperti itu berlaku dimana saja. Presiden Kennedy itu dulu dibunuh. Sampai sekarang belum ketahuan (pembunuhnya). Itu bukan berarti pemerintah Amerika bohong. Tapi gagal mengungkapkan," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya