Berita

Turunkan Angka Kemiskinan, LPDB-KUKM Gandeng Franchise Lokal

RABU, 12 JANUARI 2011 | 22:51 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Pemerintah terus berusaha mengurangi angka kemiskinan sebesar 12 persen pada 2011, salah satunya dengan membuka lapangan pekerjaan baru. Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LPDB-KUKM) mempunyai cara sendiri yaitu menggandeng franchise lokal.

Untuk diketahui pemerintah dan DPR pada APBN 2011 menargetkan penurunan angka kemiskinan pada 2011 sebesar 11,5 persen-12,5 persen.

Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha, Kecil dan Menengah (LPDB-KUKM) Kemas Danial mengatakan, untuk mengurangi angka kemiskinan, pihaknya bekerjasama dengan franchise lokal. Ini selaras dengan target dan visi pemerintah penurunan angka kemiskinan.


"Kita akan menggandeng 156  franchise yang ada di Indonesia untuk menciptakan wirausaha dan lapangan kerja baru bagi para lulusan SLTA," katanya kepada Rakyat Merdeka Online, di Gedung Smesco, Jakarta, (Rabu, 12/1).

Menurut dia, usaha franchise lokal adalah usaha yang banyak menyerap tenaga kerja. Sementara, kendala mereka adalah kekurangan dana untuk mengembangkan produknya. Padahal disisi lain franchise banyak melibatkan sektor mikro yang melibatkan banyak tenaga kerja.

"Franchise asli Indonesia bisa menjadi salah solusi kongkret penyerapan tenaga kerja dalam rangka mengurangi tingkat pengangguran. Ini harus di perkuat," katanya.

Lanjut dia, pada 2011sendiri, LPDB diberikan anggaran Rp 1,25 triliun. Dari anggaran tersebut, 90 persennya disalurkan melalui koperasi dan sisanya melalui nonkoperasi

Padahal, permintaan dana bergulir ini mencapai Rp 3,6 triliun. Oleh karena itu, LPDB minta anggarannya ditambah Rp 2 triliun, sehingga totalnya mencapai Rp 3 triliun. "Permintaan ini sudah disetujui di dewan pengawas dan mau di bawa ke Menkeu pada perubahan Mei nanti," paparnya.

Sementara, untuk mengawasi dana bergulir tersebut, LPDB juga sudah mengembangkan sistem IT untuk memonitornya. Untuk 2010, LPDB berhasil menyaluran dana bergulir Rp 460 milyar. Sementara sejak berdiri sudah Rp 645 milyar dana bergulir yang berhasil disalurkan ke 314 koperasi.  "Target 2010 sendiri memang hanya 65 persen," paparnya.

Kemas mengatakan, kendala dari penyaluran dana bergulir ini adalah kualitas koperasi. Menurutnya, dari 176 ribu koperasi hanya 10 persennya yang memenuhi syarat. Selain itu, masih minimnya cabang pembantu di daerah juga menjadi kendala. Sebab itu, pada tahun ini akan dibuka cabang pembantu di Makasar.

Menurutnya, kemampuan SDM dalam melakukan analisis kelayakan juga masih terbatas, terutama dalam menganalisis bisnis sektor riil. Lebih lanjut, untuk mencapai target penyaluran dana bergulir, pihaknya sudah melakukan penyederhanaan pola pinjaman. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya