Berita

dahnil anzar simanjuntak/ist

Rakyat Butuh Kesejahteraan, bukan Angka-angka Akrobatik

SELASA, 11 JANUARI 2011 | 16:29 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pemerintah selama ini dinilai lebih banyak berakrobat dalam menunjukkan prestasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

Pemerintah lebih fokus menjadikan angka sebagai target pembangunan daripada memprioritaskan subtansi pembangunan itu sendiri, yaitu  menyejahterakan rakyat.

Demikian dikatakan penulis buku Akrobat Pembangunan Dahnil Anzar Simanjuntak sesaat lalu usai peluncuran bukunya di Modern Land Tangerang (Selasa, 11/1).


Rencana pemerintah menganulir harga cabai sebagai salah satu instrumen yang dipakai dalam menghitung inflasi, kata Dahnil merupakan salah contohnya.

Lewat rencana yang disampaikan Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawaty itu, ujar Dahnil, pemerintah lagi-lagi ingin dianggap berprestasi secara angka, tapi tidak memberikan solusi dalam menjaga stabilitas inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.

"Angka itu semestinya dijadikan pemerintah cukup sebagai indikator pembangunan saja, dan tidak menggunakan angka sebagai justifikasi politik pencitraan seolah berhasil dan sudah melakukan pembangunan secara maksimal. Karena yang harus segera dilakukan adalah menyejahterakan rakyat itu yang paling penting, ini yang jadi oreantasi pembangunan sesungguhnya," tegas Dahnil.

Contoh lain bahwa pemerintah sangat suka menggunakan angka untuk menunjukkan keberhasilan, bisa dilihat dari cara pemerintah yang terus mengumbar keberhasilan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada akhir perdagangan yang ditutup pada posisi 3.699,22. Karena dengan hasil ini, IHSG Bursa Efek Indonesia menjadi kinerja terbaik tahun 2010 , dibandingkan dengan indeks-indeks saham lain di kawasan Asia Pasifik.

"Semua yang disampaikan dengan mengagungkan angka-angka makro ekonomi itu tidak pernah dirasakan masyarakat. Karena itu kan hot money," tandasnya. [zul]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya