Berita

bara hasibuan/ist

PAN Kecewa, Sampai Saat Ini Penyuap Gayus Tambunan Belum juga Terungkap

SELASA, 11 JANUARI 2011 | 13:16 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Perkembangan penanganan kasus mafia hukum dan mafia pajak yang melibatkan Gayus Tambunan semakin absurd.

Tidak adanya perkembangan signifikan atas penanganan kasus ini telah merusak kredibilitas pemerintahan. Untuk itu perlu tindakan-tindakan extraordinary untuk merubah keadaan ini.

"Sebagai anggota partai koalisi, PAN sangat kecewa mengenai perkembangan penanganan kasus Gayus Tambunan yang tidak menunjukkan kemajuan signifikan, walaupun makin banyak persoalan terungkap seperti kepergian Gayus ke luar negeri," kata Ketua DPP PAN, Bara Hasibuan kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 11/1).


Bara menilai, publik semakin kecewa dengan perkembangan penanganan kasus Gayus yang dilakukan Kepolisian, walaupun banyak bukti-bukti yang diungkap oleh Gayus di pengadilan, tidak ada kemajuan berarti.

"Kepolisian terlihat tidak berminat untuk membongkar skandal besar ini lebih lanjut dan membatasi kasus ini sebagai kasus pidana biasa. Sampai sekarang, misalnya, tidak ada tanda-tanda maupun usaha untuk memeriksa para perusahaan yang memberikan uang kepada Gayus," kata Bara.

Sebelumnya, dalam persidangan Gayus mengaku mendapat dana Rp 28 miliar atas jasa mengurus tiga perusahaan PT Kaltim Prima Coal, Arutmin dan Bumi Resources, ketiganya perusahaan milik keluarga Bakrie. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya