RMOL. Sudah 35 tahun Iran tidak menjuarai Piala Asia. PaÂngeran Persia, julukan Iran, ingin mengÂakhiri peÂnanÂtiÂan di turÂnaÂmen yang kali ini sudah menginjak edisi ke 15.
Iran sudah tampil 12 kali di puÂtÂaran final ajang ini dan termasuk negara paling berpengalaman, berÂsama Korea Selatan. Iran lebih meÂÂraih tiga kali juara, sementara KsaÂÂtria Taeguk Korsel baru dua kali.
Iran meraih trofi juara dengan cara yang luar biasa, yakni tiga kali berturut di tahun 1968, 1972, dan 1976. Kini, setelah lebih dari tiga dekade tak lagi juara, The Princes Of Persia sudah ‘kaÂngen’ gelar.
“Kami telah menunggu samÂpai 35 tahun untuk kembali meÂraih gelar. Saya yakin hal itu kini akan terjadi kembali mengingat kami punya kualitas, dan sejarah telah membuktikannya,†ujar peÂlatih Iran, Afshin Ghotbi.
Perjalanan Iran di Piala Asia kali ini dimulai dengan bertemu rivalnya, Irak. Rival serta teÂtangÂganya tersebut menjadi haÂdangan pertama langkah skuad Ghotbi di Grup D. Dari tiga perÂtemuan terakhir, Iran unggul dengan dua kemenangan dan sekali seri. Namun patut diingat bahÂwa gelar juara Asia yang diraih Irak di Jakarta empat tahun lalu diÂdaÂpat di penampilan pertama meÂreka. Sebagai juara bertahan Irak datang ke Qatar dengan optimisme tinggi.
“Kami harus menÂcoba kembali juara lagi. Namun perÂtama-tama kami harus meÂlaÂwan Iran yang merupakan rival serÂta tetangga kami. Jika meÂnang, kami menatap lolos ke babak berikutnya untuk menÂdeÂkati tahta juara,†jelas pelatih Irak, Wolfgang Sidka.
Toh Ghotbi tetap pede skuadÂnya bakal kembali menang dari sang Singa Mesopotamia. Selain keunggulan rekor, persiapan tim yang telah matang menjadi kunci untuk kembali menaklukkan Irak.
“Irak punya banyak pemain berÂkualitas yang membantu meÂreka juara. Namun kami punya program tim yang bagus. Saya yakin tim kami siap saat bertemu Irak nanti,†tambah Ghotbi.
“LaÂgipula kami telah mengaÂlahÂkan meÂreka enam buÂlan lalu. Akan suÂlit, namun kami pasti biÂsa kaÂlahÂkan mereka lagi,†tanÂdasÂnya.
Iran harus mewaspadai perÂgeÂraÂkan striker sekaligus kapten Irak Younis Mahmoud. Pemain 27 tahun ini menjadi penentu Irak jadi juara Asia di Senayan, Jakarta, lewat gol tunggalnya.
Untungnya, Team Melli punya dua gelandang yang berÂpengÂaÂlaÂman di Spanyol, di klub OsaÂsuÂna, Javad Nekounam dan MaÂsoud Shojai. Pengalaman keÂduaÂnya berlaga di Eropa bakal memÂbanÂtu pemain lainnya yang rata-rata bermain di liga lokal.
[RM]