RMOL. Persija Jakarta penuhi targetÂnya meraih angka penuh setelah meÂnumbangkan tamunya Arema Indonesia 2-1 (1-0) dalam laÂnÂjutÂan Indonesia Super League di stadion Utama Gelora Bung KarÂno Senayan, Minggu (9/1).
Dua gol Persija diciptakan oleh Greg Nwokolo di menit 45 dan Agu Casmir di menit 68. SeÂmentara gol balasan Arema diÂperÂÂsembahkan oleh Roman Chmelo di menit ke-72.
Atas hasil tersebut Persija meÂngantongi poin 17 dari delapan pertandingan.
Sekaligus menempel posisi PerÂsipura yang memimpin klaÂsemen sementara. Bagi AreÂma, kekalahÂan ini memaksa mereka turun satu anak tangga ke posisi tiga.
Menit ke-44, gol yang ditungÂgu-tunggu akhirnya datang juga. Setelah Greg Nwokolo mampu meÂnaklukkan Kurnia Mega. SeÂtelah turun minum tuan rumah kemÂbali agresif. Serangan demi seÂrangan dibangun. Hanya bebeÂrapa menit pertandingan digelar Greg nyaris menambah koleksi golÂnya.
Arema pun bukan tanpa peÂluang. Tim Singo Edan -julukan Arema- juga bisa menghasilkan peluang emas di menit 52 dan 67, keduanya lewat Noh Alam Shah. Tapi kembali keduanya gaÂgal membuahkan gol.
Justru pada menit ke-68 PerÂsija menambah keunggulan leÂwat Casmir yang lolos dari jeÂbakÂan off side. Setelah melewati dua pemain belakang Arema dan kiper Meiga, Casmir menÂcepÂloskan bola ke jala Singo Edan.
Ketinggalan dua gol membuat Arema mulai bermain agresif. HaÂsilnya terjadi gol balasan di menit 72 lewat tandukan Chmelo yang menerima bola tendangan bebas dari Esteban Guillen.
Seusai pertandingan pelatih Persija Rahmad Darmawan meÂngatakan para pemain sepertinya suÂdah belajar dari kekalahan seÂbeÂlumnya. “Kali ini mereka leÂbih agresif dan mampu meÂngonÂtrol pertandingan meski pada 15 menit pertama bola dikuasai Arema,†tutur Rahmad.
Arema memang tim yang baÂgus dan sulit ditaklukkan terÂbukti dengan banyaknya peluang tercipÂta. “Tapi secara umum saya meÂlihat pertandingan ini bagus, AreÂma tetap menunjukkan keÂlasÂnya sebagai tim papan atas,†ulasnya.
Tentang gol balasan Arema, Rahmad menyebut itu terjadi kaÂrena Agu Casmir tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan baik. “Dia seharusnya menempel ketat Chmelo. Tapi apa yang terjadi Chmelo bergerak bebas,†seÂbut Rahmad.
[RM]