Berita

ilustrasi/ist

PERJOKIAN DI LP

Ketua Umum AAI: Kasus Joki Cermin Buruknya Penegakan Hukum di Indonesia

SABTU, 08 JANUARI 2011 | 16:18 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kasus perjokian di Lembaga Pemasyarakatan Bojonegoro dinilai sama dengan kasus mafia pajak Gayus Tambunan yang diduga diatur pengacaranya, Haposan Hutagalung.

"Persamaan di dua skandal hukum itu adalah peranan advokat yang cukup sentral, hingga praktek haram itu terjadi," tegas Humphrey R Djemat.

Di kasus itu, kata Humphrey, terlihat peranan advokat cukup sentral. Karena pengakuan sementara Kasiem yang menyatakan, dia diajari penasehat hukumnya, Hasmono, yang kemudian mengatur segalanya. Sang penasehat hukum Kasiem itulah yang kemudian mengatur segalanya dan mencari orang lain yang akan menggantikannya mendekam di LP Bojonegoro.


"Kasus joki Napi ini bisa dibilang cerminan dari buruknya penegakan hukum di Indonesia. Kasus ini terungkap bagaikan puncak gunung es yang sebenarnya sudah lama dipraktekkan. Karena banyak kasus-kasus pidana yang seharusnya
dieksekusi masuk dalam rumah tahanan, tetapi didiamkan saja," tutur Humphrey lagi.

Namun, dia mengapresiasi Kejaksaan Agung sudah melakukan tindakan cepat. Kejagung langsung melakukan pemeriksaan dan tindakan tegas terhadap aparat Kejaksaan yang diduga terlibat. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bojonegoro langsung dicopot. Dan, staf Kejaksaan Negeri Bojonegoro juga dijadikan tersangka.

"Tapi pertanyaanya, bagaimana dengan tindakan kuasa hukum Kasiem yang diduga terlibat itu? Sampai kini belum terdengar sikap tegas dari organisasi advokat menindak pengacara yang diduga kuat terlibat penuh dalam skenario tersebut," kata Humphrey lagi.

Padahal, sambung Humphrey, seperti pengakuan Kasiem itu, peranan dan keterlibatan sang kuasa hukum tentu tak bisa dibilang kecil. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya