Berita

Nurdin Halid

Olahraga

Walah-walah, Pro Nurdin Beraksi di Senayan

SABTU, 08 JANUARI 2011 | 06:06 WIB

RMOL. Sejumlah 40 orang yang me­namakan dirinya Komunitas Su­porter Indonesia Bersatu (Ko­mis­ber) kemarin melakukan un­juk rasa di depan kantor PSSI. Me­reka sekaligus melontarkan du­kungannya terhadap Ketua Umum Nurdin Halid dan me­nan­tang bergulirnya Liga Primer In­donesia yang digagas pengusaha Arifin Panigoro.

Aksi demo dimulai pukul 11.00 WIB, Mereka se­lama 30 menit berorasi. Mereka me­ne­riak­kan dukungan terhadap Nurdin Ha­lid serta membawa spanduk besar. Terlihat empat demonstran memakai topeng dengan wajah Christian Gonzales, Irfan Bachdim, Kim Kurniawan dan Arifin Panigoro. Di sebagian pipi mereka juga ditempel stiker kecil bertuliskan “PSSI=Yes. LPI=NO”, Nur­din=Yes, dan Arifin=NO.

Mereka juga menyanyikan la­gu-lagu untuk mendukung Nur­din Halid. “Dukung..dukung Nur­din Halid. Dukung Nurdin Ha­lid sekarang juga. Bu­bar.. bubar.. bubarkan LPI. Bu­bar­kan LPI sekarang juga,” seru mereka.


Koordinator suporter Nur Jo­ko (25 th), menyebut bergulirnya LPI sudah menyalahi aturan yang ada. Apalagi organisasi se­pakbola yang diakui oleh FIFA adalah PSSI.

”Bergulirnya LPI sa­ma saja melemahkan ke­be­ra­daan PSSI sebagai induk or­ga­ni­sasi sepakbola tanah air. Yang kita tegaskan disini kita dukung untuk PSSI tetap maju karena pada akhir-akhir ini muncul LPI yang jelas-jelas di depan mata kita inkonstitusional,” ujarnya.

“Kenapa dibilang inkons­ti­tu­sio­nal? Karena jika ingin mem­bangun sepakbola seharusnya du­duk bersama-sama dan bahu-membahu, bukannya membuat organisasi tandingan. Seperti masyarakat tahu jika organisasi resmi sepakbola di sini adalah PSSI,” sambung Nur Joko.

Secara tegas dia meminta ke­pada PSSI untuk secepatnya mem­bubarkan LPI. Nur Joko ju­ga mengimbau kepada Men­po­ra Andi Mallarangeng untuk tidak memperkeruh keadaan dengan memberikan izin melalui Bopi kepada LPI. Aksinya sendiri baru bubar setelah 30 menit ber­orasi di depan kantor PSSI. Me­reka pun bubar.  [RM]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya