Berita

Marwan Jafar/ist

SETGAB

Marwan Jafar Ajak Pramono Anung Tak Gampang Curiga

RABU, 05 JANUARI 2011 | 20:37 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Satu per satu pimpinan partai yang bergabung dalam Setgab partai koalisi pemerintah membantah pernyataan Wakil Ketua DPR Pramono Anung. Kini giliran Ketua Fraksi PKB Marwan Jafar yang menegaskan bahwa Setgab tidak pernah menkooptasi DPR.

"Nggak ada lah. Nggak ada itu.  Itukan biasa kita ngobrol (seperti) di warung kopi, menyamakan persepsi. Itu biasa saja. Visi yang baik loh begini. Semua keputusan tetap di DPR. Soal pengambilan keputusan, setuju atau tidak setuju, ya tetap di DPR," ungkap Marwan kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 5/1).

Marwan menjelaskan, tidak semua pembahasan di DPR didiskusikan di Setgab partai koalisi. Setgab hanya membahas persoalan-persoalan yang strategis. Itu pun juga, masih kata Marwan, keputusan tetap ada di partai masing-masing. Makanya, Setgab juga tidak jarang pecah dalam mengambil keputusan di DPR.


"Misalnya saat pemilihan pimpinan KPK. Di situ partai-partai yang ada di Setgab pecah. Begitu juga pada waktu penentuan apakah orang partai boleh atau tidak jadi anggota KPU, juga terbelah," beber Marwan tanpa mau menyebut partai mana yang 'membelot' dari Setgab SBY.

Saat ditanya kenapa Pram sampai mengatakan seperti itu, Marwan mengaku tahu. Dia menyarankan, agar Pram sendiri yang langsung dipertanyakan. Namun, dia mengajak Pram untuk tidak mudah curiga.

"Mas Pram kan lebih senior, mantan Sekjen,  sekarang wakil Ketua DPR. Ya supaya tidak berprasangka jeleklah, tidak prejudice, kita harus mengedepankan husnuzon," demikian Marwan.

Terkait kesan dominasi Setgab yang terkesan mengkooptasi keputusan di parlemen ini dilontarkan Wakil Ketua DPR, Pramono Anung kepada wartawan, kemarin. Pram, biasa politisi PDI Perjuangan ini disapa,  mengeluhkan, seringkali hal-hal yang seharusnya diselesaikan di DPR terkesan diselesaikan di luar seperti Setgab.

"Ada pembicaraan di luar, wajar-wajar saja. Tapi tidak perlu diformalkan yang kemudian menjadi keputusan institusi seakan-akan keputusan DPR lebih rendah dari Setgab," ucap Pram. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya