Berita

saleh p daulay/ist

Tak Relevan, Stop Wacana Capres dan Perpecahan Setgab SBY!

RABU, 05 JANUARI 2011 | 18:08 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Selain tentang reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, perdebatan lain yang dinilai tidak produktif adalah wacana pencalonan dini presiden pada 2014 yang akan datang.

Di samping sangat premature, wacana ini juga dinilai sangat menyakiti rakyat, karena para politisi kelihatannya hanya sibuk memikirkan kekuasaan semata dan melupakan tanggung jawabnya untuk menyejahterakan rakyat.

"Menurut saya, sudah sepantasnya wacana ini digulirkan setelah Pemilu legislatif usai dilaksanakan pada 2014 yang akan datang," tegas Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay hari ini (Rabu, 5/1).


Saleh juga menyoroti wacana perpecahan di tubuh Sekretariat Gabungan partai pendukung pemerintah. Menurutnya, isu perpecahan Setgab SBY ini juga tidak penting untuk dibesar-besarkan ke publik.

Pasalnya, urusan Setgab SBY adalah urusan yang berkaitan dengan politisi. Apalagi, sebagian anggota koalisi jelas-jelas menyebut adanya ketimpangan di Setgab SBY, karena kepentingan partainya tidak terakomodir.

"Pada titik ini, Setgab dan anggotanya terlihat belum berpihak pada kepentingan rakyat. Setgab malah cenderung berpihak pada kepentingan partai para pendukungnya," lanjut Saleh.

Karena itu, memasuki tahun 2011, Pemuda Muhammadiyah mengajak semua politisi bekerja untuk kepentingan rakyat Indonesia.

"Mereka (politisi) butuh aksi, bukan hanya janji dan mimpi-mimpi. Andaikan para politisi mampu merealisasikan 50 persen saja dari janji-janjinya, maka kepercayaan rakyat terhadap para politisi masih akan tetap bisa dipertahankan," demikian Saleh. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya