Berita

m jasin/ist

M Jasin: Siapa Pun Boleh Bicara, Termasuk Amien Rais

SENIN, 03 JANUARI 2011 | 09:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi membantah pernah mengeluarkan pernyataan, bahwa penanganan Kasus Century tidak cukup bukti sehingga tidak bisa dilanjutkan.

"Kita mengatakan belum cukup alat bukti. Berbeda ya dengan pernyataan tidak cukup bukti. Kita tidak pernah mengatakan tidak," ujar Wakil Ketua KPK M Jasin kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 3/1).

KPK, terang Jasin, bekerja secara independen dan profesional. Karena itu KPK tidak mungkin serta merta menjadikan orang sebagai tersangka, kalau buktinya belum cukup. Dan hal itu, sudah sering dijelaskan ke media.


Meski demikian, dia mengatakan, ini adalah zaman demokrasi, siapa pun boleh berbicara termasuk Amien Rais. Dan masyarakat tentu yang akan memberikan penilaian. "Masyarakat tidak bodoh, sudah pintar, punya penilaian, apakah betul seperti digambarkan Pak Amien," jelasnya.

Meski begitu, dia melanjutkan, tidak fair bila hanya menilai kinerja KPK berdasarkan pentuntasan kasus Century. Karena KPK selama ini juga telah membuat serangkaian prestasi dalam hal pemberantasan kasus korupsi di Indonesia.

Dia membeberkan, KPK menetapkan 26 orang yang terkait dalam kasus pemilihan suap Deputi Gubernur Senior Bank sebagai tersangka dalam waktu yang bersamaan pada tahun 2010.

Selain itu juga KPK melakukan tangkap tangan beberapa hakim, dan anggota BPK dalam kasus Bekasi. Tak sampai disitu, KPK juga menetapkan tersangka, misalnya, mantan Menteri Sosial dan mantan Menteri Dalam Negeri.

Pada saat yang sama, Jasin membantah bahwa KPK hanya menetapkan sebagai tersangka para mantan pejabat. Dia mengatakan, KPK juga menjadikan tersangka beberapa pejabat yang masih aktif. Seperti Gubernur Sumatera Utara, Bupati Tomohon dan juga Bupati Boven Digul. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya