Berita

PPP Serahkan Urusan Penilaian dan Reshuffle KIB II kepada Presiden

MINGGU, 02 JANUARI 2011 | 16:16 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Dalam Undang Undang Dasar 1945 jelas disebutkan, bahwa menteri merupakan pembantu presiden. Karena itu presiden yang berhak mengangkat, menilai kinerjanya dan bahkan memberhentikan.

"Jadi yang berhak melakukan evaluasi itu adalah Presiden sendiri,” ujar Ketua DPP PPP Hasrul Azwar kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 2/1).

Karena Presiden yang berhak mengevaluasi, makanya dia mengatakan, PPP tidak akan memberikan penilaian kepada dua kadernya yang ada di Kabinet Indonesia Bersatu II. Yaitu, Menteri Agama Suryadharma Ali dan Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa


"Kita, partai politik tidak berhak melakukan evaluasi. Karena itu sepenuhnya kewenangan, kompetensi dan hak prerogatif Presiden. Dia mengangkat dan dia yang mengevaluasi," katanya lagi.

Dalam evaluasi menteri, PPP juga menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden SBY apakah lewat lembaga yang dibentuk seperti Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan atau Presiden SBY sendiri yang menilai secara langsung.

"Itu yang berhak menilainya Presiden. Terserah kepada Presiden. Presiden punya ukuran untuk menilai kinerja, dia yang berhak itu. Dia mau menilai lewat lembaga yang dibentuknya sendiri atau mau dinilai langsung kinerja itu, itu haknya dia," ujarnya.

Makanya, sekali lagi dia mengatakan, PPP sepenuhnya menyerahkan kepada Presiden mengenai hasil evaluasi kinerja menteri KIB II yang akan diumumkan Selasa besok (4/1). [zul]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya