Berita

Nusantara

Musi Rawas Sabet Tiga Penghargaan Nasional

JUMAT, 17 DESEMBER 2010 | 21:16 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Hanya dalam kurun waktu singkat atau Desember 2010, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas, Sumatera Selatan, menyabet tiga penghargaan bertaraf nasional dari pemerintah pusat secara beruntun. Sehingga, menjadi satu kebanggaan tersendiri bagi Bupati Musi Rawas, H. Ridwan Mukti yang punya komitmen memajukan daerah yang dipimpinnya.

Penghargaan terakhir yang disandang oleh Pemkab Musi Rawas pada Desember ini adalah, menerima penghargaan Lencana Utama Aditya Mahatva Yodha Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada daerah yang berprestasi membina karang taruna tingkat nasional. Penghargaan sebelumnya yang diraih Kabupaten Musi Rawas adalah, dari  kementerian Kehutanan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.

Penerimaan penghargaan kepada Bupati Musi Rawas, H. Ridwan Mukti ini, akan diberikan pada 20 Desember 2010 melalui Menteri Sosial pada puncak Hari Kesetiakawanan  Sosial Nasional (HKSN) di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Anugerah ini berdasarkan telegram bernomor 747/PsPK/XII 2010 tertanggal 15 Desember 2010.


Dalam surat keputusan tersebut, Bupati Musi Rawas, H. Ridwan Mukti terpilih sebagai Pembina Karang Taruna Terbaik Tingkat Nasional. Dan yang menjadi kebanggaan lainnya, Kabupaten Musi Rawas berada pada urutan pertama dengan nilai hasil seleksi tinggi.

Sedangkan bupati yang mendapatkan penghargaan yang sama dan berada pada ranking di bawahnya yakni, Bupati Anaar Ahmad  (Bintan, Kepulauan Riau), Bupati  Mardjoko (Banyumas, Jateng), Bupati H.Hasan Aminudin (Probolinggo, Jatim), Bupati Tjok Oka Suawati (Gianyar, Bali), Bupati MZ.Amirul Tamim (Kota Bau bau Sulteng), Bupati  H.Mustafa Kamal Pasa (Mojokerto, Jatim), Bupati H.Mundjirin ES (Semarang, Jateng), Bupati H.Josrizal Zaini   (Payakumbuh, Sumbar), dan terakhir Bupati IB Rai Dharma Wijaya dari  Denpasar, Bali).[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya