Berita

Adhie Massardi/ist

NAMA ICAL DICEMARKAN?

GIB Menyesalkan Orang Golkar Adukan Yudi Latif Ke Mabes Polri

SELASA, 14 DESEMBER 2010 | 12:46 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Gerakan Indonesia Bersih menyesalkan langkah orang Golkar Lampung, Alzier Tabarani yang mengadukan analis politik Yudi Latif ke Bareskrim Mabes Polri, dengan tuduhan pencemaran nama baik Aburizal Bakrie sebagai Ketum Golkar.

Hal ini disampaikan Adhie M Massardi, koordinator Gerakan Indonesia Bersih kepada Rakyat Merdeka Online siang ini (14/12) di Jakarta.

“Langkah Alzier ini akan menjadi blunder politik bagi Golkar sebagai partai, karena akan berhadapan dengan kekuatan civil society yang sekarang sedang melakukan konsolidasi untuk membawa perubahan di negeri ini,” ungkap Adhie.


Menjadi langkah yang salah karena apa yang disampaikan Yudi Latif, yang juga salah satu deklarator GIB, adalah hal yang sudah menjadi opini publik karena pernah disampaikan Gayus di pengadilan terbuka.

Oleh sebab itu, agar masalah (Ical dan Gayus) ini tidak memecah perhatian kalangan civil society yang melancarkan gerakan perubahan di negeri ini, juru bicara Presiden RI ke-4 (Gus Dur) ini akan meminta DPP Golkar menegur kadernya.

“Saya juga akan minta Kabareskrim Mabes Polri untuk tetap fokus menangani masalah hukum yang menjadi sorotan publik, seperti membongkar jaringan Gayus sampai menemukan pusat syaraf mafia pajak dan juga skandal rekayasa bailout Bank Century, yang 70 persennya memang skandal perbankan yang merupakan otoritas Polri,” tambahnya.

GIB sendiri, menurut Adhie, mulai Januari tahun depan akan kembali mendorong penuntasan penanganan kasus hukum kasus-kasus korupsi, khususnya yang merupakan kejahatan “kerah putih” yang modus operandinya melalui penerbitan criminal policy (kebijakan kriminal) oleh penguasa untuk merampok uang negara. [guh]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya