Berita

anwar nasution/ist

Anwar Nasution: Bailout Bank Century untuk Jarah Uang Negara

MINGGU, 12 DESEMBER 2010 | 13:38 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Anwar Nasution masih menjabat sebagai ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Ketua DPR kala itu Agung Laksono meminta audit investigasi terhadap Bank Century, yang menerima kucuran bailout antara November 2008 hingga Juli 2009.

Menurut Anwar Nasution, yang berbicara pada peringatan HUT ke 56 ekonom senior DR. Rizal Ramli (Jumat malam, 10/12), ketika ia meninggalkan BPK dan digantikan oleh Hadi Purnomo pada Oktober 2009 laporan audit investigasi Bank Century sudah hampir rampung. Tinggal beberapa dokumen yang diperlukan yang masih dicari. Namun secara keseluruhan, hasil audit investigasi tersebut sudah selesai dan sudah dapat disimpulkan, bahwa terjadi pelanggaran aturan dan perundangan dalam pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) oleh Bank Indonesia dan pengucuran dana talangan yang diputuskan dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada dinihari 21 November 2008 untuk Bank Century.

“Kalau menurut BPK itu sudah salah. Tapi soal mau diapakan, itu bukan tugas BPK lagi,” ujar Anwar Nasution.

“Yang minta kepada saya untuk diaudit adalah KPK dan Pak Agung Laksono sebagai Ketua DPR (2004-2009). Permintaan itu agak cepat. Saat saya berhenti, tinggal beberapa dokumen yang dibutuhkan. Tapi bodinya sudah lengkap,” sambungnya.

Anwar juga mempertanyakan, kekuatan apa yang membuat Menteri Keuangan dan Ketua KSSK ketika itu, Sri Mulyani, mengubah sikapnya terhadap usul yang disampaikan Gubernur BI Boediono yang kini adalah Wakil Presiden agar menetapkan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. Selain mengusulkan status baru untuk Bank Century itu, Boediono juga mendesak agar bank sakit tersebut diberi dana talangan, yang hingga Juli 2009 membengkak hingga Rp 6,7 triliun.

“Mengapa Sri Mulyani rapat sampai pagi. Tadinya tidak setuju. Rapat dihentikan. Tinggal tiga orang (Ketua, anggota dan Sekretaris KSSK) mereka rapat sebentar. Tiba-tiba (Sri Mulyani) berubah pikiran. Apa yang terjadi? What happened dalam rapat yang sangat cepat itu,” tanya Anwar Nasution.

Dia juga memiliki keyakinan, seperti kasus BLBI dan Bank Bali yang terjadi sebelumnya, kasus Bank Century ini pun dilakukan untuk menjarah uang negara. [guh]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya