Berita

sri sultan hb x/ist

RUU JOGJAKARTA

SBY Ingatkan Publik Sri Sultan X Dua Kali Ingin Mundur

KAMIS, 02 DESEMBER 2010 | 17:08 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku paham betul sejarah penggabungan Jogjakarta dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada era Presiden Soekarno. Tak hanya itu, Presiden juga mengikuti perkembangan Jogja setelah masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Paku Alam VIII itu.

"Setelah itu bergesar ke masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubowono X (untuk periode) yang pertama 1998-2003. Waktu itu tanpa wakil gubernur. Ingat saya persoalan suksesi di Paku Alam belum manives. Setelah itu bentangan sejarah berikutnya lagi masuk pada pemerintahan Sri Sultan Hamengkubowono X dan bersama Sri Paduka Paku Alam VIII yang kedua, tahun 2003-2008," ujar SBY dalam keterangan pers hari ini (Kamis, 2/12).

Nah, setahun sebelum masuk masa jabatan Sri Sultan berakhir, tepatnya pada tahun 2007, SBY mengingatkan, terjadi dinamika politik. Pada saat itu, ada yang mengatakan, agar Sultan langsung menjabat jadi gubernur untuk yang ketiga kali. Sedangkan pada pihak lain menyebutkan perlu ada aturan soal itu.


Tak sampai itu, Presiden juga mengingatkan, bahwa Sri Sultan sempat dua kali menyatakan ingin mundur setelah masa jabatannya yang kedua habis.

"Pada tahun 2007, satu tahun sebelumnya berakhirnya masa jabatan Pak Sultan, beliau ingat saya, pada saat ulang tahun ke-61 menyampaikan orasi budaya di depan publik, bahwa beliau tidak bersedia lagi menjadi gubernur DIY, setelah masa jabatannya selesai pada tahun 2008," ujar SBY.

Sedangkan untuk yang kedua, Sultan mengutarakan ingin mundur dari jabatan Gubernur pada acara pisowanan agung, tepatnya, 18 April 2007.

"Saya mengikuti dengan seksama. Namun saudara-saudara, meskipun secara eksplisit dan disampaikan di depan publik ketidaksediaan Pak Sultan untuk menjadi gubernur lagi, selaku Presiden dengan mempertimbangkan stuasi politik dan psikologi masyarakat DIY, saya mengambil inisiatif untuk memperpanjang masa jabatan selama tiga tahun, dari 2008-2011, berarti tahun depan. Alhamdulillah kedua beliau bersedia," demikian SBY. [zul]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya