Berita

RUU JOGJAKARTA

Kritik Sistem Monarki, SBY Tampar Muka Sendiri

RABU, 01 DESEMBER 2010 | 07:19 WIB | LAPORAN:

RMOL. Pernyataan Presiden SBY tentang sistem monarki Yogyakarta yang bertabrakan dengan konsitusi dan nilai demokrasi terus menuai kritik. Bahkan sebagian pihak menilai justru Pemerintahan SBY-Boediono yang dibangun di atas pilar-pilar monarki, juga nepotistik. Buktinya, SBY menempatkan keluarga dan kerabatnya di struktur kekuasaan.

"Kita tahu bahwa SBY mengangkat iparnya Letjend Edy Pramono sebagai Pangkostrad, lalu ipar lainnya menjadi direktur BNI serta istrinya sebagai dewan pembina dan anaknya menjadi Sekretaris Jenderal Partai Demokrat," kata Jurubicara Serikat Pengacara Rakyat, Habiburokhman, dalam rilisnya kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 1/12)

Menurut Habiburokhman, praktek penempatan orang di struktur kekuasaan secara nepotistik merupakan praktek yang lazim terjadi dalam sistem monarki.


"Jadi justru SBY lah yang secara tidak langsung menggunakan sistim politik monarki dalam suatu negara yang demokratis," demikian Habiburokhman.[yan]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya