Berita

ilustrasi/ist

MISTIK 1 SURO

Membedah Kedudukan Bathari Durga di Balik Iklim Pancaroba

Oleh: Ki Hadi Sungirwan
KAMIS, 25 NOVEMBER 2010 | 18:10 WIB

TINGGAL dua mingguan lagi memasuki bulan Suro. Apa yang akan terjadi menjelang tanggal 1 Suro yang winggit? Dalam khasanah kebudayaan Jawa, Suro selalu disambut dengan talak brata, mesuraga, bersemadi, berkontemplasi. Maka inilah saatnya bersesuci; melakukan ruwatan, membongkar segala kekotoran, untuk memasuki kebahagiaan.

Di balik iklim penuh pancaroba. Di antara Indonesia yang akrab dengan bencana. Di tengah himpitan hidup yang kian sulit. Itulah alasan pentingnya ruwatan. Bagi orang Indonesia, ruwatan adalah tradisi turun-temurun untuk menghindarkan diri dari segala malapetaka. Paling tidak sejak sepuluh abad yang lalu, di zaman Erlangga sampai Majapahit, masyarakat Jawa telah mengenal upacara Lukat yang sekarang disebut Ruwat.

Dalam karya sastra Jawa Kuno dan Jawa Tengahan, Haryani Santiko melakukan penelitian panjang tentang ruwatan. Untuk disertasi doktornya ia membedah inti Kedudukan Bathari Durga di Jawa pada Abad X hingga XV Masehi. Dan, ia menemukan bukti bahwa ruwat adalah suatu upacara yang masih dikenal dalam masyarakat Jawa sekarang.

Apa arti ruwat, adalah lepas atau bebas, dan upacara ruwat dimaksud untuk membebaskan seseorang dari pengaruh jahat dan kutukan, dan apabila tidak diruwat orang tersebut akan memperoleh malapetaka.

Ruwatan tidak sekadar membebaskan kutukan dan malapetaka (mala), tetapi juga membersihkan klesa (dosa/kotoran jiwa) yang melekat pada diri manusia dan mengganggu kehidupannya. Klesa akan menutup anugerah Tuhan berupa kebahagiaan, rezeki, dan karir. Bahkan, akan mengganggu perjalanan sukma menuju pati-patitis atau moksa.

Klesa yang melekat pada jiwa manusia merupakan belenggu (pasa) jiwa. Untuk membersihkan gangguan ini diperlukan Ruwatan Maha Diksa Karana, yang langka dan sakral.

Maka bersama dalang kondang Ki Manteb Soedharsono, mari membersihkan diri. Rakyat Merdeka Grup menyiapkan ritual sakral ini, 7 Desember 2010 yang bertepatan dengan tanggal 1 Suro. Dan, untuk melakukan ruwatan kali ini, Ki Manteb yang merupakan Dalang Kalung Lungan (dalang keturunan dalang) telah tapa mutih 67 hari dimulai Rabu Kliwon dan tarak brata menjadikannya Dalang Wasesa. (bersambung)


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya