Berita

Dunia

Majikan Arab Saudi Rebutan PRT Filipina

SABTU, 20 NOVEMBER 2010 | 06:30 WIB

RMOL. Kenyataan pahit banyak menimpa tenaga kerja In­do­nesia (TKI) di Arab Saudi terjadi, di tengah me­ning­katnya keluhan warga se­tempat mengenai sulitnya mendapatkan pembantu ru­mah tangga (PRT). Namun yang dimaksud adalah TKI Filipina.

Kapan ya keluhan serupa terdengar bila menyangkut pembantu asal Indonesia? Dalam artikel yang dimuat laman Arab News, 7 No­vember 2010, Haya al-Ma­nie mengeluh susah men­da­pat PRT asal Filipina, yang dikenal lebih terampil dan bergaji lebih baik dari se­sama pembantu dari negara-ne­gara lain.

“Pria-pria Saudi akhir-akhir ini harus berdiri dalam antrean panjang di depan Kedutaan Besar Filipina untuk mendapatkan pem­bantu,” tulis al-Manie di Arab News.


“Antrean di depan Ke­dutaan Besar Filipina tidak ada bedanya dengan antre­an orang yang ingin berte­mu dengan dokter gigi di ru­mah sakit pemerintah,” keluh al-Manie.

Dia mengakui, PRT dari Filipina sangat terampil dan serius bekerja. Namun, de­ngan melihat kesulitan men­dapatkan pembantu sampai mengantre di depan ke­du­ta­an, dia mengajak publik un­tuk tidak bergantung ke­pa­da pembantu asal Filipina.

“Rumah kita tidak akan runtuh tanpa mereka. Anak-anak kita juga tidak akan ke­laparan tanpa mereka dan saya yakin hidup tidak akan berhenti tanpa mereka,” tutur al-Manie.

Dia memang mengakui pembantu asal Filipina me­rupakan yang terbaik. Na­mun bila harus sampai meng­antre panjang untuk men­dapatkan mereka bukanlah tindakan yang terhormat, kata al-Manie.

Penganiayaan dan p­e­nyiksaan atas PRT di Saudi juga menimpa PRT asal Sri Lanka. Demikian ungkap laman majalah Time, de­ngan mengacu pada data pemerintah Sri Lanka.

 Biro Penempatan Tenaga Kerja ke Luar Negeri Sri Lanka mengungkapkan, pa­da 2009  muncul 4.500 kelu­han dari warga mereka yang menjadi PRT di Saudi. Se­bagian besar keluhan mu­lai dari kesulitan ber­ko­mu­ni­kasi, mengalami peleceh­an seks, hingga tidak mene­rima gaji.   [RM]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya