Berita

Kastorius: Penasihat Kapolri Tidak Dilarang Masuk Demokrat

SELASA, 09 NOVEMBER 2010 | 16:50 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Status Penasihat Ahli Kapolri masih menjadi pergunjingan karena jabatan itu tidak memiliki dasar hukum yang jelas dan tidak bebas dari kepentingan politik penguasa.

Di kalangan komisi hukum DPR pun posisi Penasihat Ahli Kapolri jadi perdebatan. Pada uji kelayakan Timur Pradopo sebagai Kapolri bulan lalu, sempat terlontar pertanyaan tajam dari anggota Komisi III Fraksi PDI Perjuangan, Gayus Lumbuun.

Saat itu Gayus mengatakan, selain tak punya dasar hukum, Penasihat Ahli Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri diragukan independensinya karena dijabat oleh pengurus partai politik penguasa.


Saat itu Gayus memang tidak menyebutkan gamblang nama yang dimaksud. Tapi, bukan rahasia umum lagi jika Penasihat Ahli Kapolri, Kastorius Sinaga, masuk menjadi pengurus DPP Partai Demokrat kabinet Anas Urbaningrum pada pertengahan Juni lalu. Ahli sosiologi ini ditugaskan sebagai Ketua  Departemen Perencanaan Pembangunan Nasional di partainya SBY itu. Timur Pradopo pun berjanji akan mengevaluasi soal Penasihat Ahli itu di masa jabatannya.

Kepada Rakyat Merdeka Online, Kastorius Sinaga, mengaku sampai kini pun ia masih menjabat penasihat ahli bagi Kapolri Jenderal Timur Pradopo. Ia jelaskan, posisi penasihat ahli bukanlah jabatan struktural di Polri.

"Penasihat ahli itu tidak diatur di Perpres. Tidak ada aturan soal larangan berafiliasi dengan Parpol," tegasnya.

Lain hal dengan jabatan Staf Ahli yang merupakan jabatan struktural berdasarkan jenjang karir yang tidak boleh diisi pengurus partai politik.

"Diangkat atau dicopot itu terserah Kapolri. Saya diangkat bukan karena saya orang Batak, tapi karena saya Sosiolog dan dibutuhkan Kapolri," ucapnya.[ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya