Berita

ilustrasi

Beginilah Rencana Korsel Caplok Krakatau Steel

SELASA, 09 NOVEMBER 2010 | 06:24 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Rencana perusahaan baja terbesar ketiga di dunia milik Korea Selatan, Posco, mencaplok Krakatau Steel telah digagas sejak setidaknya setahun lalu. Bulan Desember 2009, Posco dan Krakatau Steel telah sepakat untuk mendirikan pabrik baja bersama di Cilegon. Indonesia akan mengantongi saham sebesar 30 persen, sementara Korsel menguasai saham mayoritas sebesar 70 persen.

Baru pada awal Agustus 2010 lalu Posco secara resmi mengumumkan kesepakatan pembangunan pabrik baja patungan atau joint venture itu. Menurut Posco, pembangunan pabrik baja itu untuk memenuhi kebutuhan baja di Asia Tenggara sebesar 30 juta ton pertahun. Adapun konsumsi baja Indonesia diperkirakan naik sekitar 8 sampai 10 persen menjadi 6,43 juta ton pada tahun 2010 ini.

Menurut rencana proyek pembangunan pabrik baja patungan Posco dan Krakatau Steel akan dibagi ke dalam dua etape. Di etape pertama, yang diharapkan selesai pada 2013. Diharapkan baja yang dihasilkan bisa mencapai 3 juta ton. Sementara di etape kedua diharapkan, pabrik baja patungan ini bisa memproduksi 6 juta ton baja.

Selain di Asia Tenggara dan Indonesia, Posco juga sedang berusaha menguasai baja di Australia, Brazil dan Kanada.

Untuk mendukung pembangunan pabrik baja patungan itulah, pemerintah berencana menjual 20 persen saham Krakatau Steel di lantai bursa per tanggal 10 November 2010. Beberapa kalangan menilai, penjualan saham Krakatau Steel dan rencana pembangunan pabrik baja patungan dengan Posco itu sama-sama “ngawur”.

Harga saham yang ditawarkan pemerintah dinilai terlalu murah, yakni hanya Rp 850 per lembar saham. Padahal, harga pasar untuk saham baja saat ini berada di kisaran Rp 1.500 per lembar saham.

Ada juga pandangan yang menilai, bila Krakatau Steel direvaluasi lebih dahulu nilainya akan naik dengan cukup signifikan. Kalau sudah begini, harga saham Krakatau Steel jangan-jangan bisa dijual di atas harga pasar yang ada saat ini.

Terlepas dari berapa harga jual per lembar saham Krakatau Steel, seperti telah disebutkan sebelumnya, rencana pembangunan pabrik baja patungan itu juga berpotensi memperlemah dan melumpuhkan industri baja dalam negeri. Untuk jangka panjang, peranan Krakatau Steel sebagai tuan rumah di negeri sendiri akan tergeserkan oleh perusahaan baja patungan yang dikuasai oleh Korea Selatan itu. [guh]


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Wabah DBD Bangladesh Makin Parah, 42.590 Dirawat dan 117 Lainnya Meninggal Dunia

Senin, 07 September 2026 | 12:27

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun di 2027

Senin, 07 September 2026 | 12:14

Public Expose Live 2026, 45 Emiten Siap Buka Kinerja dan Prospek Usaha

Senin, 07 September 2026 | 12:04

Kini Giliran Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 07 September 2026 | 11:53

Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:41

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

Senin, 07 September 2026 | 11:33

Harga Minyak Naik Lagi Sentuh Level 96 Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:25

Ombudsman Soroti Peredaran Narkoba dan Pungli di Lapas

Senin, 07 September 2026 | 11:21

Cadangan Devisa RI Agustus 2026 Capai Rp2.582 Triliun, Naik 1,2 Miliar Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:19

Belanja Mitigasi Jadi Investasi Hadapi Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:12

Selengkapnya