Berita

krakatau steel/ist

Pengamat Luput Kritisi Rencana Asing Kuasai KS Lewat Pabrik Baja Patungan

SENIN, 08 NOVEMBER 2010 | 13:28 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Selain seputar kontroversi penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) PT Krakatau Steel (KS) yang janggal dan mengancam kedaulatan aset ekonomi Indonesia yang strategis, ada hal lain yang sebenarnya luput dikritisi para pengamat ekonomi.

Yakni, menyoal rencana KS untuk mendirikan pabrik baja patungan dengan Pohong Steel Company (Posco) Korea Selatan.

"Rencana pendirian pabrik baja baru ini yang juga berlokasi di Cilegon dengan mengambil alih pelabuhan Kubangsari yang sedang dibangun oleh Pemkot Cilegon, sehingga menyebabkan konflik antara KS dan Pemkot Cilegon," demikian papar pengamat ekonomi dari Unversitas Tirtayasa Banten, Dahnil Anzar S di Jakarta, Senin (8/11).


Pabrik patungan ini, menurutnya, adalah cara lain untuk asing menguasai aset strategis milk Indonesia di bidang baja menyusul cara strategic sale tahun lalu gagal digulirkan dan Posco sebagai pembeli utama saat itu.

Nah, lanjut dia, berangkat dari kegagalan strategic sale tersebut maka Posco masuk melalui pendirian pabrik baja patungan KS-POSCO yang peletakan batu pertamanya sudah dilakukan dua minggu lalu oleh Ketua DPR Marzuki Alie.

Patungan KS-Posco tersebut, sebut dosen ekonomi Universitas Tirtayasa, hanya bungkus semata untuk memuluskan penguasaan pihak asing pemilik modal untuk menguasai KS sebagai aset ekonomi strategis.

"Maka, saran saya, publik harus menolak perusahaan patungan tersebut karena hanya menjadi pintu masuk penguasaan asing terhadap KS dan pasar baja di Indonesia," imbuhnya. [wid]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya