Berita

ks/ist

IPO KS MIRING

SMC: Rakyat Banten Bisa "Gembok" Krakatau Steel

SABTU, 06 NOVEMBER 2010 | 15:20 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Selain kontroversi masalah harga saham yang terlampau rendah, pelepasan saham perdana PT Krakatau Steel (KS) juga menyimpan "api dalam sekam" yang setiap saat meledak, yakni tidak adanya pemberian jatah saham untuk warga di Banten, daerah yang menjadi basis usaha perusahaan milik negara itu.

"Rakyat Banten dan mahasiswanya bisa saja marah karena mereka tidak mendapatkan jatah saham PT KS. Mereka bisa "menggembok" kantor PT KS jika tidak diberi jatah saham," kata Syahganda Nainggolan, Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle (SMC), di Jakarta, Sabtu (6/11).

Menurut dia, sebagai daerah yang menjadi basis produksi dan sumber daya mentah (raw matterial), warga Banten berhak meminta jatah saham PT Krakatau Steel.


Sedangkan mekanisme kepemilikan sahamnya dapat diproses melalui pembentukan perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) oleh Pemerintah Provinsi Banten bersama DPRD Provinisi Banten, atau berdasarkan BUMD yang ada.

"Baik pemerintah maupun DPRD Banten sama-sama memperjuangkan kepentingan rakyat serta daerah Banten terkait saham PT KS itu," jelasnya.

Syahganda menunjuk pemberian saham PT Newmon di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Freeport (Papua), maupun pengelolaan ladang minyak Cepu (Jatim) yang kesemuanya memberikan jatah saham kepada Pemerintah Daerah (Pemda) setempat guna pembangunan daerah, selain untuk kesejahteraan rakyatnya.

"Karena itu, rakyat Banten berhak atas 10 persen saham PT KS di luar saham yang dilepas ke pasar saham," tegas mantan Komisaris PT Pelindo II itu.

Syahganda selanjutnya meminta pemerintah maupun DPR bisa merealisir hal itu sebelum rakyat Banten bergerak mengambilalih pengelolaan PT KS.

Dikatakan, angka 10 persen untuk saham warga daerah adalah hal yang wajar, mengingat besarnya keuntungan perusahaan pengola biji baja itu, yang juga mengambil bahan baku dari daerah Banten.

Ia mengusulkan agar pemberian saham kepada rakyat Banten bisa diilakukan sebelum proses penjualan saham PT KS memasuki tahap listing di Bursa Efek Indonesia pada 10 November mendatang, saat diperjualbelikan kepada publik.

"Jadi, komitmen pada masyarakat ini harus segera dilakukan sebelum pelaksanaan IPO (Initial Public Offering) PT Krakatau Steel, sehingga hak-hak rakyat Banten dapat terjamin untuk dipenuhi," ujarnya.

Saham PT KS yang dijual dengan harga Rp 850 per lembar, dipertanyakan sejumlah pihak karena dianggap sangat murah. Harga di pasar gelap saham ini saja kini sudah mencapai Rp 1.300. Sementara masalah lainnya yaitu tidak menunjukkan keinginan membagi saham pada warga atau pemerintah di Banten. [guh]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya