Berita

hendri saparini/ist

Class Action Akan Ungkap Magma Krakatau Steel

SABTU, 06 NOVEMBER 2010 | 11:56 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Belajar dari pengalaman masyarakat Korea Selatan, masyarakat Indonesia dapat mengajukan class action atas obral saham PT Krakatau Steel.

"Kita punya studi banding di Korea Selatan ada class action terkait pasar modal yang dinamakan tax payer movement," ujar pengamat pasar modal, Yanuar Rizky, saat mengisi diskusi "Erupsi Saham Krakatau Steel" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Selatan. Sabtu (6/11).

Oleh karena itu, dalam waktu dekat menurut Yanuar para pengamat, ekonom dan aktivis mengatasnamakan masyarakat bisa mempertanyakan langkah penjualan saham PT KS lewat pengadilan belajar dari langkah masyarakat Korsel.


"Apa yang akan kita class action? Sesuai UU kita akan tuntut pembukaan penyelidikan unsur-unsur book buliding, tanpa class action pun akan dilakukan. Pekan depan ICW akan buka ke pengadilan. Akan kita gunakan landasan UU keterbukaan informasi publik," ujarnya.

Menyusul itu, pengamat ekonomi dari Econit, Hendri Saparini, mengatakan, ia bersama rekan-rekannya akan ajukan gugatan kepada penyelanggaran negara, karena dugaan kelalaian yang mengakibatkan kerugian rakyat.

"Ada kemungkinan terjadi kerugian besar, karena ada pembiaran dari negara yang merugikan negara. Dari kemarin banyak dukungan untuk mendukung proses ini. Kita ingin transparansi tak hanya dalam penetapan harga," terangnya.

"Golnya, kita akan buka dulu, takkan bicara lebih dalam dulu. Kita masih banyak data dan infomasi. Ini seperti anak Krakatau, masih keluar asap, tapi magmanya belum," ungkap Hendri.

Selain itu, Hendri dan Yanuar sama-sama menegaskan isi Pasal 95 undang-undang pasar modal bahwa insider atau orang yang terlibat dalam pengambilan keputusan tidak diizinkan terlibat mengambil keuntungan atau cari jatah.[ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya