Berita

Syahganda: Tidak Ada Jaminan Investor Lokal Diprioritaskan

JUMAT, 05 NOVEMBER 2010 | 06:36 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Indikasi sangat murahnya harga saham PT Krakatau Steel terlihat dari kelebihan permintaan (over subscribed) yang mencapai 10-11 kali lipat dari saham yang ditawarkan. Juga disesalkan jatah investor lokal hanya dibatasi 1-2 lot saham saja.

Begitu disampaikan Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online.

Syahganda tidak yakin pihak penjamin emisi akan memberikan prioritas kepada investor retail, meski dari total 3,110 miliar saham yang dilepas PT Krakatau Steel melalui Initial Public Offering (IPO), investor lokal mendapat porsi pembelian 2,050 miliar lembar saham (65 persen), sementara 1,005 miliar lembar saham atau 35 persen untuk investor asing.

"Mari kita awasi proses penjatahan sahamnya, ke mana saja larinya 3,110 miliar lembar saham PT Krakatau Steel. Bila perlu PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) dilibatkan untuk menelisik aliran dana dalam proses penjualan saham ini," ajak Syahganda.

Mantan aktivis ITB itu menambahkan, idealnya harga jual saham PT Krakatau Steel adalah Rp 1.700 sebagaimana harga yang ditawar salah satu perusahaan baja terbesar dunia.

Dengan kasus ini, kata dia, negara sudah berpotensi dirugikan Rp 2,681 triliun. Bahkan dengan mengikuti harga terendah di pasar gelap saja sebesar Rp 1.000 per lembar, negara sudah dirugikan Rp 473 miliar.

"Ini persoalan serius. Karena itu, pemerintah harus mengusut dan menyeret 'banding-bandit ekonomi' yang merugikan negara dengan mempermainkan harga saham PT Krakatau Steel," katanya.

Menurut rencana, saham PT Krakatau Steel akan listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November mendatang. Perusahaan yang berbasis di kota Cilegon, Banten itu melepas 3,155 miliar lembar saham baru atau 20 persen dari keseluruhan saham. Pihak underwriter yang ditunjuk adalah PT Bahana Securities, PT Mandiri Securities, dan PT Danareksa Securities. Sebelum IPO juga sudah ada konglemerasi baja dunia asal India, yaitu Archelor Mittal mengajak PT Krakatau Steel membentuk stategic sales.

Namun demikian tawaran Mittal ini ditolak pemerintah maupun DPR (periode lalu) karena kekhawatiran akan mengalami nasib sama seperti Indosat, yang akibat mengajak mitra strategis dari Singapura, Temasek, akhirnya membuat perusahaan Indosat kini dalam pengendalian pihak asing. [guh]


Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya