Berita

syahganda nainggolan/ist

SMC: KS Dibikin Jauh di Bawah Sail, Bao Steel, Wuhan, Posco dan Nippon Steel

KAMIS, 04 NOVEMBER 2010 | 17:35 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Pemerintah harus segera membongkar jaringan mafia yang bermain di balik penawaran perdana saham baru (Initial Public Offering/IPO) perusahaan baja milik negara, PT. Krakatau Steel, sebesar Rp 850 per lembar saham, jauh di di bawah harga pasar.

“Artinya, pemerintah harus menindak 'bandit-bandit ekonomi' yang menjatuhkan harga jual saham PT Krakatau Steel, sehingga mereka dapat mengambil keuntungan besar di pasar sekunder," kata Syahganda Nainggolan, Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle (SMC), di Jakarta, Kamis (4/11).

Syahganda juga tidak bisa menerima sikap Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar dan para penjamin emisi saham PT Krakatau Steel yang masih ngotot harga saham yang dilepas perusahaan milik negara itu sesuai harapan pasar.

“Bagaimana bisa sesuai, sebab di pasar gelap saja harganya sudah menembus Rp 1.300," paparnya.

Ia mengingatkan, sebagai perusahaan bluechips (saham laris), harga saham PT Krakatau Steel terlampau murah. Dilihat dari rasio saham terhadap pendapatan atau Price Earning Ratio (PER) harga saham perusahaan sejenis, misalnya, dengan harga Rp 850 per lembar saham PER PT Krakatau Steel hanya 9,5 kali. Sementara PER perusahaan sejenis seperti SAIL (India) yang mencapai 12,5 kali, Bao Steel (China) sebesar 15,2 Kali, Wuhan (China) 12,8 kali), Posco (Korea) 11,12 kali, dan Nippon Steel (Jepang) 12,1 kali.

"Jadi ada yang bermain dengan sengaja menetapkan harga jual saham PT Krakatau Steel sangat murah, untuk kemudian "menggoreng" dan menjualnya kembali di pasar sekunder," jelasnya. [guh]


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya