Berita

anis matta/ist

IPO KS MIRING

Anis Matta: Setelah Reses, Kami akan Minta Klarifikasi Menteri Terkait

RABU, 03 NOVEMBER 2010 | 17:19 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Harga saham PT Krakatau Steel yang dijual dengan harga Rp 850 per lembarnya terlalu murah dan berpotensi merugikan negara.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua DPR Anis Matta kepada Rakyat Merdeka Online, mengomentari penjualan perusahaan baja tersebut. Anis melanjutkan, berdasarkan perhitungan banyak pengamat, seharusnya harga saham Krakatau Steel dijual dengan harga antara Rp 1000- Rp1150 per lembarnya, pasalnya saham ini sangat laris di pasaran.

"Bahkan beberapa ahli menilai harga saham Krakatau Steel dijual Rp 2000 saja masih sangat laku. Apalagi permintaan terhadap baja sangat tinggi,” ujar Anis.


Sekjen PKS itu menilai ada kejanggalan dalam penentuan harga saham Krakatau Steel itu. Oleh karena itu, dia meminta agar semua pihak yang terkait dengan penentuan harga saham Krakatau Steel harus diusut. “Kejanggalan itu bisa dilihat dari penentuan harga saham Krakatau Steel yang diumumkan last minute,” katanya.

Anis menegaskan, DPR akan meminta rekan-rekan Komisi VI dan Komisi XI untuk memanggil pihak-pihak yang terkait dengan murahnya harga saham Krakatau Steel, untuk dimintakan klarifikasinya.

“Habis reses kami akan meminta klarifikasi kepada menteri-menteri yang terkait, agar tidak terjadi kerugian negara,” tandasnya. [zul]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

Inilah Jurus GoTo Tingkatkan Kesejahteraan Driver

Rabu, 28 Januari 2026 | 00:08

Relawan SPPG Didorong Bersertifikasi

Rabu, 28 Januari 2026 | 00:04

Ulama Asal Madura Raih Summa Cum Laude di Universitas Al-Azhar

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:44

Penolakan Publik soal Posisi Polri di Bawah Kementerian Capai 71,9 Persen

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:28

MUI Sarankan RI Mundur dari Board of Peace

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:21

GAN Minta Mabes Polri Gelar Perkara Khusus Kasus Pemalsuan IUP

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:18

Jelang HPN 2026, JMSI Kaltim Dorong Pers Adaptif Hadapi Perubahan Perilaku Gen Z

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:18

Asta Cita Prabowo Tak Boleh Berhenti Sebatas Slogan Politik

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:01

Pusjianmar Seskoal Bedah MDA Bersama Pakar dari British Royal Navy

Selasa, 27 Januari 2026 | 22:57

Presiden Prabowo Perkuat Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Inggris

Selasa, 27 Januari 2026 | 22:55

Selengkapnya