Berita

Baharudin Aritonang/ist

MIRANDAGATE

Baharuddin Aritonang Bantah Keras Terima Cek Lawatan

RABU, 03 NOVEMBER 2010 | 16:07 WIB | LAPORAN:

RMOL. Mantan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Baharudin Aritonang membantah keras turut menerima cek perjalanan jelang pemilihan Miranda S Goeltom.
Tersangka kasus dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior BI ini malah menuding stafnya, Muslim yang menerima cek perjalanan itu.

"Memang ada staf saya yang melakukan transaksi, dikasihkan oleh si Hamka Yandu dan Azhar Muchlis dalam bentuk cek," papar Baharuddin usai diperiksa selama empat jam di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (3/11).

Soal keterkaitan stafnya itu, Baharuddin menuturkan kronologis berawal tahun 1998, saat dirinya tengah sibuk berkampanye mengumpulkan modal.

Soal keterkaitan stafnya itu, Baharuddin menuturkan kronologis berawal tahun 1998, saat dirinya tengah sibuk berkampanye mengumpulkan modal.

"Saya tawarkan pada teman-teman. Waktu saya di DPR kemudian staf saya melanjutkan itu, rupanya Hamka melakukan pegangan seperti itu lalu dibayarkan dengan cek," terang dia.

Alasan itulah yang dijadikan bukti oleh KPK dan penyidik. (Jadi) Tak ada hubungannya dengan saya dan tak ada seperti yang dikatakan," sambungnya.

Meski begitu, Baharuddin mengakui memang dirinya memilih Miranda tanpa arahan dari Fraksi Golkar.

"Pertimbangan saya objektif saja dan tidak ada urusannya dengan suap menyuap. Tidak ada deal. Rapat saya tidak pernah bicara," tukasnya. [wid]

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya