mbah marijan/ist
mbah marijan/ist
RMOL. Mbah Maridjan Juru Kunci Gunung Merapi bisa dikatakan mati syahid, karena dia mati saat menjalankan tugas menjaga Gunung Merapi. Apalagi semenjak menjadi Wakil Juru Kunci tahun 1970 dan tahun 1982 sebagai Juru Kunci menggantikan ayahnya, ia mampu menjaga kearifan lokal di sekitar lereng Merapi.
Menurut paranormal muda Diajeng Brida, saat Mbah Maridjan dijemput sang ajal, dia didampingi oleh sosok gaib yaitu orang yang sangat tua berpakaian jarik lurik dan memegang tongkat yang dikenal oleh masyarakat lereng Merapi dengan sebutan Mbah Petruk. Ketika itu Mbah Maridjan tidak merasakan suhu yang teramat panas sehingga dia mampu menjalankan sholat dan bersujud.
"Raganya yang tidak kuat menahan suhu panas, tapi rasa atau jiwanya merasa adem saat bersatu dengan Sang Khalik. Ini benar-benar bentuk kontemplasi yang sangat mendalam," ungkap Diajeng Brida.
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04
Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00
Senin, 12 Januari 2026 | 23:31
Senin, 12 Januari 2026 | 23:23
Senin, 12 Januari 2026 | 23:21
Senin, 12 Januari 2026 | 23:07
Senin, 12 Januari 2026 | 23:00
Senin, 12 Januari 2026 | 22:44
Senin, 12 Januari 2026 | 22:20
Senin, 12 Januari 2026 | 22:08