Berita

M Jusuf Rizal/ist

MDGs Indonesia Baru Seperempatnya China

RABU, 27 OKTOBER 2010 | 16:05 WIB | LAPORAN:

RMOL. Sekalipun sudah dicanangkan sepuluh tahun lalu, pencapaian  target Millenium Development Goals (MDGs) Indonesia baru mencapai 24 persen dibandingkan yang sudah diraih  negara raksasa RRC dengan penduduk lebih dari 1 miliar orang.

"Memang banyak terjadi kelemahan sistem dan gaung MDGs di masyarakat,’’ kata Presiden Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), M Jusuf Rizal di sela pembukaan Seminar NGO’s(Non Govermental Organization) International di Indonesia yang diselenggarakan di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Rabu (27/10).

Menurut Rizal, berdasarkan evaluasi yang dilakukan terdapat delapan kelemahan pelaksanaan MDGs di Indonesia.  Pertama, terkait dengan masalah sosialisasi dan komunikasi program MDGs yang lemah. Kedua, banyaknya penyalahgunaan wewenang yang tinggi. Ketiga, minimnya organisaqsi masyarakat dan LSM yang ikut bergerak menutup keterbatasan pemerintah dalam hal pendanaan. Keempat, Pemda belum membeberkan dukungan maksimal dalam pencapaian MDGs.


Kelima, tak adanya sistem anggaran yang in line untuk mengatasi kebutuhan MDGs. Keenam, tidak adanya konsep berkelanjutan sehingga  terkesan pemerintah pusat dan daerah berjalan sendiri-sendiri.  Ketujuh, minimnya peranan media sebagai tools dalam pemberdayaan program-program MDGs. Kedelapan, belum dimanfaatkannya dana CSR untuk mengatasi MDGs.

Rizal yang juga pemrakarsa pertemuan NGO’s untuk memecut program MDGs di Indonesia berharap upaya mendorong pencapaian target MDGs tidak dibarengi dengan kerja politik melainkan focus dalam program pemberdayaan masyarakat,

Seperti diketahui Seminar NGOs Internasional untuk Program MDGs 2015 yang diselenggarakan 27-30 Oktober 2010 ini dijadwalkan dibuka Presiden SBY. Namun, karena Presiden tengah melakukan kunjungan kerja ke RRC, pembukaan diwakilkan pada Mendagri Gamawan Fauzi.

Delapan target yang jadi sasaran MDGs diantaranya, mengatasi kemiskinan dan kelaparan, kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, meningkatkan kesehatan ibu melahirkan, mengatasi masalah narkoba dan penyakit menular, penyakit HIV/Aids meningkatkan kemitraan pembangunan global. [wid]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya