Berita

indomie/ist

Pemerintah Dituding Lamban Sikapi Kasus Indomie di Taiwan

KAMIS, 21 OKTOBER 2010 | 13:44 WIB | LAPORAN:

RMOL.  Indomie yang merupakan mie instan produk Indonesia sebetulnya aman untuk dikonsumsi.

Koordinator Masyarakat Bangga Produk Indonesia (MBPI), Alvin Lie kepada wartawan di gedung DPR, Kamis (21/10), mengatakan mie instan produk PT Indofood Sukses Makmur Tbk itu telah memenuhi standar nasional Indonesia (SNI) dan diaudit oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Bahkan telah mengantongi sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia," kata Alvin yang mantan anggota DPR dari Fraksi PAN.


Meskipun demikian, BMPI mengaku kecewa terhadap sikap pemerintah yang lambat merespon kasus penarikan Indomie di Taiwan. Indomie oleh Taiwan dianggap membahayakan kesehatan. Penilaian seperti itu, jelas Alvin, berdampak buruk bagi produk seluruh produk Indonesia yang dipasarkan di banyak negara di dunia.

Lebih lanjut dia berpandangan, kasus penarikan Indomie di Taiwan tak lebih hanya sebagai ‘perang dagang’. Namun perlu dicermati pula jika pemerintah diam saja  dalam kasus Taiwan ini maka sama dengan melecehkan SNI, BPOM dan MUI.

Di satu sisi, Alvin pun mengingatkan agar menyetop peredaran setiap produk dalam negeri bila belum memenuhi SNI, BPOM dan MUI sebelum masuk pasaran nasional maupun internasional. [wid]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya