Berita

laptop/ist

LSM Fitra: Belanja Ribuan Mobil Dinas dan Laptop Berpotensi Korupsi

MINGGU, 17 OKTOBER 2010 | 14:00 WIB | LAPORAN:

RMOL. Pengadaan kendaraan dinas dan komputer jinjing alias laptop yang diajukan pemerintah pada RAPBN 2011 berpotensi menimbulkan korupsi.

Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Yuna Farhan menjelaskan pengadaan 4041 kendaraan dinas bernilai total Rp 371,5 miliar dan 3109 laptop senilai total Rp 32,5 miliar merupakan lahan subur korupsi mengingat hal itu bisa dilakukan dengan penunjukan langsung sesuai Perpres Nomer 54/2010 tentang pengadaan barang dan jasa.

Ia mencontohkan dari Rencana Kerja Anggaran Kementerian Lembaga (RKA-KL) di Kementerian Perhubungan, banyak ditemukan harga laptop berada di atas harga pasar, yakni Rp 25 juta per unit dan pengadaan 49 unit kendaraan dinas di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) senilai Rp 506.6 juta per unit. Padahal, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK), standar biaya pengadaan kendaraan setingkat eselon I hanya Rp 400 juta per unitnya.


"Pernyataan Presiden SBY tentang nota keuangan RAPBN 2011 tak lebih dari sekedar kosmetik politik demi pencitraan, tanpa terlihat perubahan substantif dalam kebijakan RAPBN 2011," tegas Yuna dalam jumpa pers yang diadakan Koalisi LSM untuk APBN Kesejahteraan di restoran Bakoel Coffe, Jalan Cikini Raya Jakarta Pusat, Minggu (17/10).

Ia juga meminta agar DPR melakukan perubahan secara total terhadap praktek penyusunan anggaran termasuk struktur anggaran yang tidak mencerminkan kepentingan rakyat. DPR juga harus melakukan penyisiran terhadap mata anggaran yang berpotensi pada pemborosan dan tidak bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat dan merelokasinya pada program-program kemakmuran rakyat. [wid]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya