Berita

syarifuddin sudding/ist

Sudding Cium Aroma Tak Sedap Dibalik Pertemuan Pimpinan DPR-Komjen Timur

KAMIS, 07 OKTOBER 2010 | 07:26 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pimpinan DPR tidak etis, tidak elegan, dan tidak patut menggelar pertemuan dengan Komjen Timur Pradopo. Karena dalam waktu dekat, Komjen Timur Pradopo akan menjalani fit and proper test di DPR sebagai calon Kapolri.

Anggota Komisi III DPR Syarifuddin Sudding menilai, apa pun alasannya, sekalipun itu silaturrahim, publik tetap akan nilai berbeda. Dia mencium ada aroma tidak sedap pertemuan yang tak pernah digelar pimpinan DPR sebelumnya terhadap seseorang calon siapa pun.

"Publik akan melihat, bahwa Saudara Timur datang kesana mencari dukungan, karena pengajuan namanya ke DPR menimbulkan pro kontra. Kedatangannya ini untuk memuluskannya," ujarnya kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 7/10).
 

 
"(Sedangkan) pimpinan DPR, (dari) tindakan yang dilakukan untuk memberikan garansi kepada Pak Timur, bahwa dia akan mulus menjalani proses di DPR. Ketika jadi kapolri, (Komjen Timur) akan berutang budi, dan balas jasa ke Pimpinan DPR ketika tersangkut persoalan hukum," imbuhnya.

Meski demikian, politisi Hanura ini belum bisa mengambil sikap apakah akan meminta klarifikasi kepada pimpinan DPR atas tindakan yang dilakuan kemarin itu. Pasalnya, Komisi III DPR baru akan menggelar rapat internal setelah nama Komjen Timur diserahkan Badan Musyawarah DPR ke Komisi III untuk menggelar fit and proper test. Pada saat rapat internal itulah nanti, Komisi III DPR akan menentukan sikap apakah akan meminta penjelasan kepada pimpinan DPR atau tidak. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya