Berita

Wawancara

WAWANCARA

Mahfud MD: Saya Bukan Hanya Dukung Sri Mulyani Tapi Juga Aburizal Bakrie & Hatta Rajasa

SELASA, 05 OKTOBER 2010 | 06:34 WIB

RMOL. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD sempat dianggap sebagai orangnya Sri Mulyani. Sebab, secara terang-terangan memuji bekas Menteri Keuangan itu menjadi calon presiden 2014.

Tapi bekas Menteri Pertahanan itu buru-buru meralat bahwa dirinya bukan hanya mendukung Sri Mulyani, tapi juga Aburizal Bakrie dan Hatta Rajasa.   

“Siapa pun calon presi­den yang kapabel, bersih, dan berani, tentu layak didukung. Ketiga orang yang disebut-sebut itu (Sri Mul­yani, Aburizal Bakrie, dan Hatta Rajasa) sudah memenuhi syarat. Jadi, saya mendukung ketiganya. Semakin banyak calon, ya sema­kin baik,’’ ujar Mahfud MD, ke­pada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.


Berikut kutipan selengkapnya:

Kenapa nggak milih salah satu saja?
Saya mendukung kalau orang itu memenuhi syarat sebagai calon presiden.

Barangkali takut disebut orang­nya Sri Mulyani ya?
 Ah, nggak seperti itu. Ketiga orang itu saya dukung karena menurut saya mereka memenuhi syarat. Gitu saja.

Siapa yang terbaik?
Tentu rakyat nanti yang me­nen­tukan dalam Pilpres 2014.

Bagaimana dengan Tommy Soeharto?
Kalau itu saya belum bisa men­jawab sekarang. Tapi kalau  Sri Mulyani memenuhi syarat.

Apa itu syaratnya?
Kapabel, bersih, dan berani.

Emang Tommy belum me­me­­nuhi syarat ya?
Saya kan udah bilang tadi. Saya nggak mau jawab sekarang per­tanyaan itu.

Kalau Surya Paloh?
Itu juga memenuhi syarat. Tentu saya dukung juga. Begitu juga Anas Urbaningrum, kalau maju tentu saya dukung. Sema­kin ba­nyak calon yang maju, ya itu se­makin baik. Tinggal nanti diuji dalam tiga tahun ini, kapa­bilitas­nya seperti apa oleh ma­syarakat.

Kalau Anda bagaimana?
Ah, masa saya menilai diri saya sendiri.

Nggak mau ya?
Ya, saya memang tidak mau menjadi calon presiden.

Kenapa?    
Ada dua alasan. Pertama, saya sendiri tidak punya potongan menjadi calon presiden. Kalau mau, harus ada ‘jahitannya’ dong, he he he. Saya kan nggak punya potongan.

Kedua, saya ini hakim kons­titusi. Kalau saya menyatakan akan ke situ (maju sebagai ca­pres) tentu saya mulai berpotensi untuk tidak adil. Sebab, setiap keputusan saya itu untuk me­nyenangkan orang. Bukan untuk menegakkan hukum. Makanya saya tidak mau menjadi capres. Saya mendukung yang ada sajalah.

Berapa idealnya menjadi ca­lon presiden 2014?
Saya ingin banyak calon pre­siden yang muncul. Asal orang­nya baik, bersih, dan berani, pasti saya dukung

O ya, emang kehebatan Sri Mulani apa sih?
Saya lihat dia kapabel, bersih dan berani, sosok yang cerdas. Wa­laupun dia bukan orang hu­kum tapi setiap berperkara hu­kum dia menjawab sendiri deng­an cerdas dan cepat.

Kok Anda mengatakan Sri Mul­yani bersih, padahal dia di­sebut-sebut tersangkut kasus Bank Century?
Saya kira kasus Bank Century itu kan secara hukum belum ter­bukti. Dan kalau seumpamanya terbukti, gugurlah persyaratan itu. Lagipula sebelum bu Sri Mulyani ke Amerika Serikat, dia sudah tanya ke KPK, apa statusnya. Tapi tidak dijawab. Artinya kan sementara ini dia bersih.

Emang apa kelebihan Sri Mulyani?
Saya kira unsur keibuan, se­hingga cocok untuk memimpin Indonesia. Kemudian karakter­nya yang smart, telah teruji di peme­rinta­han, dan juga dosen. Bahwa ada kelemahan-kelema­han­n­ya, itu sih ya. Semuanya juga tidak ada yang sempurna. Tapi kita kan memilih yang ter­baik di antara yang ku­rang sem­purna itu.  

Terkait dengan munculnya situs www.srimulyani.net, apa itu cara mencari dukungan se­bagai Capres?
Saya memang menduga itu dibuat dalam rangka itu. Tapi di alam demokarsi kan boleh saja dan sah-sah saja. Saya melihat tidak ada alasan yang lebih ma­suk akal kecuali website itu di­buat dalam rangka mencari du­kungan Sri Mulyani.

Apakah Sri Mulyani didu­kung parpol?
Kalau itu saya tidak tahu. Ka­rena partai itu punya perhi­tu­ngan-perhitungan sendiri. Yang kadang kala tidak sama dengan kemauan publik.

Apa sebaiknya Sri Mulyani bikin parpol saja?
Itu juga baik. Sebab, parpol sulit menerka apa maunya. Se­perti yang saya katakan tadi, kadang kala tidak sama dengan kemauan publik.

Dibanding Megawati Soekar­no­putri, bagaimana sosok Sri Mulyani?
Saya nggak mau membanding-bandingkan. Saya hanya menga­takan, bahwa Ibu Sri Mulyani me­menuhi syarat  menjadi calon presiden. Kalau Ibu Mega saya kira pernah jadi Presiden, dan Ketua Umum PDIP. Jadi, me­nurut saya, Ibu Mega juga masih memenuhi syarat menjadi calon presiden 2014.   [RM]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya