RMOL. Keterlambatan turunnya dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P).
“Misalnya pemberian makaÂnan tambahan untuk anak sekoÂlah. Ini gara-gara anggarannya beÂlÂum turun. Itu kan dananya dari APBN-P. Nah APBN-P kan baru rampung Agustus. MakaÂnya semÂpat merah. Tapi setelah mereka selesaikan, anggaran tuÂrun, ya suÂdah jalan sekarang,’’ ujarnya keÂpada Rakyat Merdeka, di Jakarta, belum lama ini.
Untuk itu, Nuh tidak memikirÂkan akan kena reshuffle atau tidak seusai evaluasi setahun kinerja menteri yang dilaksanakan 20 Oktober mendatang.
“Bekerja keas karena takut di-reshuffle, itu namanya bekerja seÂcara pemaksaan dan tidak ikhlas. Malah kerjanya nggak bisa
khuÂsyuk,’’ ucapnya.
Berikut kutipan selengkpanya:
Kontrak kinerja 1 tahun dengÂan Presiden, hasilnya baÂgaiÂmana?Jadi kita itu kan ada beÂberapa kontrak dengan Presiden.
Pertama, kontrak kiÂnerja yang diteken saat fit dan proper test.
KeÂdua, terkait dengan InÂpres (InsÂtruksi PresiÂden) Nomor 1. KeÂtiga, terkait Inpres Nomor 3. DiÂtambah lagi yang terkait dengÂan Renstra 2010-2011.
Bagaimana hasilnya?Kalau itu kita lihat dari caÂÂpaian KeÂmenÂÂterian Diknas meÂmang diÂnamis. KaÂdang ada juga yang niÂlaiÂnya meÂÂrah. Tapi kalau diÂlihat sampai posisi seÂkarang yang akan disampaikan ke UKP4,
alhamÂdulillah baik dari dari sisi kontrak kinerja maupun tantangan tamÂbahan pekerjaan yang memang harus diselesaiÂkan. Ini artinya proÂgram di keÂmenÂterian itu sudah bisa diÂcapai.
Jadi sudah dilaksanakan seÂmua?Persoalan kementerian itu kan tidak hanya persoalan yang terÂtulis saja. Banyak juga dinamika yang ada di masyarakat yang keÂmenterian juga harus bisa menÂjawab dan menyelesaiÂkan. Kalau yang tertulis itu mesti dikerjakan. Tapi buÂkan berÂarti yang lain itu tidak diÂkerjakan.
Maksudnya?Pekerjaan yang tidak terÂtulis itu kan harus juga diÂlaksanakan, maÂlah itu leÂbih banyak. Nah kalau melihat target-target itu ya alhamÂÂÂdulillah semuanya bisa dicaÂpai. Tetapi prinsipnya kalau saya sih, kerja itu ya kerja saja. Kerja yang baik. Monggo silakan dievaluasi. Kalau bahasa agamaÂnya itu,
fakhuli’malu faÂshoiÂrullahi amalakum wa rasuÂluh. Nyambut gaweyo sing temeÂnan nggo pengeranmu, nabimu lan wong liyo ndelok hasile ki opo? (Mau kerja bagus, bekerjaÂlah yang sungguh-sungguh untuk TuÂhanmu, nabimu dan orang-orang lain. Lihat hasilnya nanti seperti apa?). Saya sih prinsipnya gitu saja.
Ada yang merah nggak pak dari evaluasi internal?Hasil evaluasi bulan yang keÂenam itu memang ada yang merah.
Apa itu?Misalnya pemberian makanan tambahan untuk anak sekolah. Ini gara-gara anggarannya belum tuÂrun. Itu kan dananya dari APBN-P. Nah APBN-P kan baru ramÂpung Agustus. Makanya sempat merah. Tapi setelah mereka seleÂsaikan, anggaran turun, ya sudah jalan. Makanya saya berkunjung ke daerah itu kan antara lain unÂtuk memastikan bahwa pekerjaan pemberian makanan tambahan yang tadinya merah sekarang bisa jalan. Artinya kan sudah hijau lagi. Jadi ada kalanya merah itu bukan karena apa-apa tapi sinkroÂnisasi dengan anggaran.
Seperti yang disinkronisasi di APBNP, terÂnyatakan APBNP yang mestiÂnya sekarang bisa diseleÂsaiÂkan ternyata memerluÂkan koordiÂnasi lagi yang beda. KeÂmenÂterian yang lain pun juga ada yang mengalami hal-hal seperti itu.
Berarti belum ada hambatan ya?Sampai dengan saat ini
alhamÂdulillah meskipun harus kerja ekstra keras, tetapi ya masih bisa dipenuhi. Meskipun kan belum puas karena masih banyak hal yang harus diperbaiki. Kalau bisa itu tidak hanya sekadar hijau, kalau bisa itu harus biru. Artinya harus ada
ekstra force gitu.
Untuk mencapai itu, apa yang dilakukan?Tidak cukup menggunakan kerja
as usual. Tapi harus memÂbuat terobosan-terobosan. Karena itu kami juga melakukan reforÂmasi birokrasi.
Banyak pihak mengkaitkan evaluasi kinerja menteri setaÂhun dengan reshuffle?
Saya sih nggak terlalu ngikutin hal-hal yang seperti itu. Itu seÂpeÂnuhnya kewenangan Presiden dan juga bagian dari takdir. Yang penting kan bekerja. Kita serahÂkan saja sepenuhnya. Kita-kita itu kan tugasnya membantu PresiÂden, karena itu kita harus
all out, bekerja dengan baik supaya uruÂsan dan tugas-tugas yang diberiÂkan bisa dilaksanakan dengan baik. Habis itu, ya sudah, kami serahkan kembali sepenuhnya pada beliau.
Kira-kira aman nggak dari reshuffle?
Kita bekerja bukan untuk takut di-reshuffle atau apa. Tidak ada hubungannya itu. Pokoknya apa yang ditugasin, itu diselesaikan, dikerjakan dengan baik, sudah, gitu saja. Kalau kita bekerja kaÂrena takut di-reshuffle nanti maÂlah tidak bisa
khusyuk. all out. Kalau ada persoalan ya kita sampaikan ada persoalan, ini di luar kemampuan. Saya yakin kalau segalanya diÂkerjakan dengan ikhlas, dengan baik, toh kalau ada kesulitan dan di luar kemampuan, ya mau apa lagi. Kan tidak bisa dipaksakan. Yang penting tak ada interest-interest yang aneh lah.
[RM]