Berita

CMM: PKS Moderat Secara Politik, tidak Secara Ideologis

MINGGU, 03 OKTOBER 2010 | 15:23 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Langkah Partai Keadilan Sejahtera mendekati Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama dengan mengaku sama-sama sebagai organisasi Islam moderat di Indonesia patut dipuji.

Karena sebagai partai politik, dengan cara itu, PKS ingin membangun citranya sebagai partai yang moderat setelah selama ini dipersepsikan sebagai partai yang konservatif dalam hal keberagamaan.

"Itu sah-sah saja dilakukan. Karena dia bekerja untuk kepentingan citra partainya. Kalau moderat dalam hal politik, ya PKS moderat. Artinya memiliki banyak cara untuk membangun partai," ujar Direktur Program Center for Moderate Moslim David Krisna Alka kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 3/10).


Tetapi secara ideologis, David masih mempertanyakan kemoderatan PKS. Hal ini melihat dari sikap dan respons PKS terhadap isu-isu kemajemukan yang ada di Indonesia.

"PKS termasuk partai yang mendorong beberapa peraturan daerah yang berbau syariah. PKS tidak pernah menyampaikan dukungan kepada kelompok-kelompok minoritas, Ahmadiyah, misalnya," ucap David.

Pada pertemuan dengan tokoh Muhammadiyah di Jawa Tengah, awal bulan lalu, Sekjen PKS Anis Matta mengatakan bahwa PKS, Muhammadiyah, dan NU merupakan sama-sama organisasi mainstream Islam moderat yang ada di Indonesia. Untuk itu, PKS mengajak kedua organisasi Islam itu menggelar kongres pemikiran Islam. Muhammadiyah, kata Anis saat itu, telah menyepakati usulan tersebut dan akan dibahas di internal Muhammadiyah. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya