usman hamid/ist
usman hamid/ist
RMOL. Keputusan pemerintah menandatangi International Convention for the Protection of All Persons from Enforced Disappearance atau Konvensi Internasional untuk Perlindungan Semua Orang dari Penghilangan Paksa mendapat apresiasi.
Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menyebut penandatangan yang dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa pada Senin lalu di New York Amerika Serikat itu sebagai sebuah langah maju setelah tepat pada setahun sebelumnya, 28 September, DPR melalui Panitia Khusus tentang Orang Hilang mendesak pemerintah untuk meratifikasi hal tersebut.
Demikian dikatakan Ketua Dewan Pengurus Kontras Usman Hamid saat dihubungi Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 29/9).
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
Senin, 27 April 2026 | 03:59
Senin, 27 April 2026 | 14:16
Senin, 27 April 2026 | 21:08
UPDATE
Senin, 04 Mei 2026 | 16:19
Senin, 04 Mei 2026 | 16:18
Senin, 04 Mei 2026 | 16:05
Senin, 04 Mei 2026 | 15:34
Senin, 04 Mei 2026 | 15:32
Senin, 04 Mei 2026 | 15:27
Senin, 04 Mei 2026 | 15:26
Senin, 04 Mei 2026 | 15:17
Senin, 04 Mei 2026 | 14:50
Senin, 04 Mei 2026 | 14:45