Berita

Edwin Pamimpin Situmorang/ist

Januari 2011, Kejagung Punya Alat Sadap Canggih

SENIN, 27 SEPTEMBER 2010 | 10:40 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Sebagai institusi yang konsen terhadap pemberantasan kasus korupsi, Kejaksaan tentunya harus melengkapi dirinya dengan peralatan khusus seperti penyadapan. Karena alat itu terbukti efektif untuk membongkar kasus korupsi.

Rencananya dalam waktu dekat ini korps adyaksa itu akan mendatangkan alat sadap canggih yang lebih bagus dari milik KPK dan Kepolisian.

“Sekarang kami dalam penyiapan sarana dan prasarana untuk membeli alat penyadapan dari Jerman. Dananya sudah dialokasikan di tahun 2010, dan akan dipergunakan pada Januari tahun 2011. Namanya monitoring system yang tidak kalah dengan milik KPK,” ujar Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM Intel) Edwin Pamimpin Situmorang, Minggu malam (26/9).


Menurutnya, alat tersebut punya fungsi ganda. Di samping bisa menyadap informasi juga bisa melacak keberadaan orang.

Bekas JAM Datun ini menuturkan, saat ini Kejagung sudah punya alat sadap, tapi kemampuannya belum maksimal. Walaupun demikian, dengan alat yang ada itu, pihaknya berhasil menangkap buronan koruptor dari Jambi.

“Sebulan lalu dengan alat penyadap yang ada, kami sudah berhasil menangkap seorang terpidana kasus korupsi dari Jambi yang bernama As’ad Syam. Kami melakukan pelacakan dan penyadapan selama sebulan,” katanya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya