Berita

CALON KAPOLRI

Minta Dimatangkan, PPP Isyaratkan Tolak Imam Sudjarwo

SELASA, 21 SEPTEMBER 2010 | 12:15 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebaiknya mempertimbangkan unsur senioritas dan pengalaman calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia yang akan diajukan ke DPR.

Hal itu dikatakan anggota Komisi III DPR Ahmad Yani kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 21/9) terkait bursa pengganti Jenderal Bambang Hendarso Danuri yang akan lengser pada Oktober mendatang dari jabatan Kapolri.

Menurutnya dua syarat itu penting untuk menjaga kesolidan dan mencegah keratakan di antara sesama perwira Polri. Dari itu menurutnya, faktor angkatan menjadi sangat penting untuk diperhatikan.


"Ini juga untuk menghindari tidak ada gap psikokologis di antara mereka. Selain itu juga harus orang yang memiliki pengalaman panjang di Kepolisian. Supaya (saat memimpin) dia sudah memiliki pengalaman yang holistik," ujar Ahmad Yani.

Sedangkan, untuk nama Komjen Imam Sudjarwo yang disebut-sebut sebagai calon kuat Kapolri, Ahmad Yani mengisyaratkan akan menolak. Karena dia tidak ingin Imam Sudjarwo yang baru kemarin resmi menyandang bintang tiga-tiga ujug-ujug diangkat jadi Kapolri.

"Imam Sudjarwo harusnya dimatangkan dulu. Dia jadi Kabareskrim atau Wakapolri, jangan ujug-ujug jadi Kapolri. Makanya Presiden harus arif dalam menentukannnya. Supaya tidak ada gonjang-ganjing," cetusnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya