RMOL. Menteri Perhubungan Freddy Numberi merasa lega karena berhasil melayani pemudik dengan menggunakan berbagai moda transportasi.
Apalagi, lanjutnya, terjadi penurunan kecelakaan dan korban meninggal dunia. Kalau tahun 2009 terjadi 1.648 kecelakaan dengan 702 orang meninggal dunia, tapi tahun ini 1.397 kecelakaan dengan meninggal dunia 311 orang.
Sedangkan korban luka berat sebanyak 418 orang, luka ringan 855 orang. Jadi, total kerugian materiil diperkirakan Rp 5,6 miliar.
“Ini berdasarkan laporan Polda selurus Indonesia dengan perhitungan H-7 sampai H+7. Jadi, ada keberhasilan yang dicapai. Ini membuat kita lega, tapi pelayanan tetap ditingkatkan untuk mudik 2011,’’ ujar Freddy Numberi kepada
Rakyat Merdeka, di sela-sela penutupan Posko Lebaran, di Gedung Kemenhub, Jakarta, kemarin.
Yang membanggakan, katanya, ada 17 perusahaan otobus yang digunakan untuk program mudik gratis oleh pihak swasta dan BUMN dengan total kendaraan 1.683 bus dengan jumlah penumpang 91.907 orang.
“ Tapi sayangnya, perusahaan tersebut tidak memfasilitasi arus balik bagi pemudik, sehingga harus menggunakan kereta api dan bus. Ini membuat kita sedikit agak kerepotan. Tapi semua bisa terlayani. Mudah-mudahan ke depan arus balik juga disediakan bus oleh perusahaan swasta dan BUMN itu,’’ paparnya.
Berikut kutipan selengkapnya:
Biasa setiap tahun ada perusahaan bus yang ditindak, tahun ini berapa?
Dari H-7 sampai dengan H+7 periode angkutan lebaran 2010 di wilayah Jabodetabek terdapat 21 perusahaan dengan 57 kendaraan yang diindikasikan melakukan pelanggaran tarif batas atas dan bawah yang tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 1 Tahun 2009.
Apa sanksinya?
Setelah nanti dilakukan klarifikasi akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Artinya, sanksi itu sesuai dengan perbuatannya. Kalau tergolong berat, maka sanksinya adalah menarik izin operasi perusahaan angkutan itu. Tapi kalau ringan, ya diberikan teguran saja.
Kapan sanksi itu diberikan?
Mungkin dalam minggu ini. Sekarang ini kan sedang dilakukan klarifikasi soal kesalahan-kesalahannya.
O ya, di mana kejadian tertangkapnya perusahaan bus yang menaikkan tarif itu?
Ada 19 terminal, yaitu Pulogadung, Rawamangun, Tanjung Priok, Bekasi, Lebak Bulus, Tangerang, Kalideres, Grogol, Kampung Rambutan, Bandung, Tasikmalaya, Purwokerto, Pekalongan, Cirebon, Tegal, Solo, Yogyakarta, Merak, dan Lampung.
Bagaimana metode untuk menjebaknya?
Kita menggunakan beberapa metode pemantauan. Yaitu pemantauan statis (pemantauan di terminal atau lokasi keberangkatan) di berbagai wilayah Jabodetabek serta pemantauan dinamis (pemantauan dengan mengikuti di dalam kendaraan) pada trayek-trayek di luar wilayah Jabodetabek.
Kita lakukan pengawasan secara ketat dan kita himbau agar operator bus bekerja sama untuk melihat masalah ini. Sebab, ini adalah pekerjaan mulia untuk rakyat kita bersama. Tentunya yang kita harapkan kalau bisa terus dibantu.
Dengan adanya penutupan Posko Lebaran ini, apakah pemantuan dihentikan?
Untuk moda laut masih dilakukan posko angkutan lebaran sampai H+15.
O ya, apakah jumlah pemudik menggunakan darat, laut, dan udara, bertambah atau berkurang bila dibandingkan tahun lalu?
Secara umum jumlahnya mengalami penurunan sebesar 0,35 persen dibandingkan dengan jumlah pemudik pada tahun 2009. Dari H-7 sampai dengan H+7 pada tahun 2009 sebesar 13.980.378 pemudik. Tapi sekarang 13.931.204 pemudik.
Tapi angkutan udara mengalami peningkatan sebesar 15,52 persen. Kalau tahun 2009 sebanyak 2.163.731 pemudik, tahun 2010 sebesar 2.499.468 pemudik.
Bagaimana dengan menggunakan sepeda motor?
Selama periode H-7 sampai dengan H+7 mengalami penurunan sebesar 15 persen di 5 titik pemantauan, yakni Ciasem, Sadang, Merak, Cianjur, dan Ciamis. Tapi dari 5 titik terpantau kondisi lalu lintas tertinggi terjadi pada Ciasem kabupaten Subang Jawa Barat sebesar 1.115.199 sepeda motor.
Kalau menggunakan mobil pribadi?
Itu mengalami peningkatan sebesar 18 persen dengan 5 titik pemantauan yang sama. Dan dari 5 titik terpantau lalu lintas mobil pribadi terjadi pada titik Ciasem kabupaten Subang Jawa Barat sebesar 709.531 kendaraan.
[RM]